|
Yogya-mu
UMPAK-UMPAK
Pada
zamannya, rumah, khususnya di Jawa dibangun dengan bahan baku kayu
atau bambu. Pada kondisi itu, selain kayu dan bambu, batu sebagai
alas tiang tidak dapat dikesampingkan peranannya. Batu alas tiang
yang kemudian lebih dikenal dengan nampa umpak (Jawa) berfungsi
cukup vital. Umpak berfungsi untuk menyangga tiang dan beban dari
atas sehingga tiang tidak melesak ke dalam tanah dan benda-benda
di atas tiang (atap) tidak ambrol karenanya. Di samping itu, umpak
juga berfungsi untuk 'memisahkan' tiang yang terbuat dari kayu atau
bambu dari tanah. Hal ini dilakukan untuk menghindarkan tiang dari
serbuan rayap dan kelembaban tanah yang dapat melapukkan tiang.
Pada
awalnya dalam tataran yang sangat sederhana, barangkali, alas tiang
atau umpak hanyalah berupa batu-batuan biasa atau bahkan potongan-potongan
kayu. Pemilihannya barangkali hanya didasarkan pada bentuk permukaan
yang relatif rata dan kuat dengan ukuran yang disesuaikan dengan
besar dan panjang tiang. Akan tetapi pada perkembangannya, mengingat
umpak merupakan komponen rumah yang cukup vital, maka umpak pun
mengalami perkembangan baik dari segi wujud, ukuran, maupun model
dan pola-pola hiasnya.
Berikut
ini TeMBI menyajikan aneka model umpak yang tersebar di kota Yogyakarta.
Silakan simak, barangkali Anda tertarik untuk membuat rumah dengan
menggunakan komponen yang berupa umpak itu.
Naskah
dan Foto: Sartono Kusumaningrat
     
|