| Yogya-mu
KAMPUS
BIRU MENJADI PASAR TIBAN
Bundaran
UGM, Boulevard UGM, Lembah UGM, adalah bagian dari UGM yang tidak
pernah sepi dari aktivitas. Mestinya tempat-tempat tersebut memang
dibuat untuk memberikan ruang bagi aktivitas Kampus Biru, UGM. Akan
tetapi pada perkembangannya ruang-ruang tersebut dipergunakan oleh
tidak saja bagi aktivitas perkampusan, tetapi juga bagi aktivitas
perdagangan. Hal tersebut akan kelihatan sibuk, padat, dan ramai
pada hari-hari libur utamanya hari Minggu. Pada hari-hari semacam
itu orang yang tidak pernah melintas atau masuk ke segenap pelosok
Kampus Biru dapat saja menjadi terheran-heran. Heran karena barangkali
orang tidak akan menyangka bahwa kompleks kampus yang mestinya menjadi
ajang penempaan ilmu bisa berubah menjadi pasar yang demikian semrawut.
Pada
hari libur seperti hari Minggu orang akan cukup kesulitan melintas
di jalan jalur bus kota yang melingkari kompleks UGM mulai dari
Mirota Kampus, Sagan, Masjid UGM, Lembah UGM, sampai ke RSU dr.
Sardjito. Pada hari Minggu/libur ruas jalan antara Sagan-Masjid
UGM-Lembah UGM dapat dipastikan macet, utamanya di sisi Lembah UGM
sebab Lembah UGM total menjadi pasar tiban yang sarat penjual dan
pengunjung. Tampak sekali sebagai pasar tiban tempat itu demikian
amburadul. Debu berhamburan tiada henti. Asap kendaraan dari knalpot
mobil, sepeda motor, dan bus kota turut memperpekat polutan udara
di tempat itu. Penataan tenda, warung, kios, atau sekadar tikar
dan secuil plastik tempat menggelar dagangan tampak ditebarkan begitu
saja sehingga menambah acak-acakannya pemandangan di tempat itu.
Di
samping Lembah UGM, Boulevard yang tepatnya berada di sisi utara
dari Bundaran UGM juga menjadi sasaran pedagang untuk menggeber
dagangannya. Pada hari-hari libur bahkan di hari biasa pun Boulevard
UGM menjadi tempat para pedagang kaki lima untuk menggelar dagangannya.
Demikian juga Jalan Kaliurang yang membelah kompleks Kampus Biru
ini sekalipun di jalan tersebut telah dipasang puluhan papan peringatan
DILARANG BERJUALAN DI SINI mulai jam 06.00-16.30 WIB. Mengapa hal
ini terus saja terjadi sekalipun ada imbauan, larangan untuk melakukan
aktivitas itu ?
Tampaknya
seputaran Kampus UGM memang cukup strategis untuk menjaring konsumen.
Kampus yang berada tepat di perbatasan antara Kabupaten Sleman dan
Kota Yogyakarta ini menjadi semacam tempat yang harus dilalui orang
ketika orang akan menuju atau kembali dari wilayah Sleman maupun
Kota Yogyakarta. Jadi, tempat ini menjadi perlintasan dua wilayah
yang dapat diartikan sebagai tempat yang cukup sibuk untuk mobilitas
orang. Di samping itu, kampus secara otomatis memang menjadi tempat
beraktivitasnya para mahasiswa yang notabene adalah anak-anak muda.
Anak-anak muda memang tidak bisa dipisahkan dengan kedinamisan,
aktivitas, bermain, nongkrong, rekreasi, mejeng, dan berkumpul.
Tempat-tempat semacam ini memang sangat memberikan peluang untuk
dijadikan sebagai tempat berjualan.
Foto
dan Teks: Sartono Kusumaningrat
    
|