|
Yogya-mu
UNJUK
GIGI LEWAT BAK TRUK
Bisa
dikatakan bahwa ekspresi yang dituangkan di spakbor becak melalui
tulisan dan lukisan sifatnya hampir sama dengan lukisan dan tulisan
yang ada di bak truk. Hanya saja lukisan dan tulisan di bak-bak
truk sering terasa erotik, vulgar, dan kadang-kadang juga mengesankan
kejengkelan, kefrustrasian, perasaan cinta, dan sebagainya.
Bak
truk yang relatif lebar dibandingkan spakbor becak sangat memungkinkan
pelukis/pemilik/pengemudinya mengekspresikan dirinya dengan lebih
leluasa. Demikian pula oleh karena jarak yang ditempuh truk relatif
lebih jauh dibandingkan becak, maka penikmat lukisan dan tulisan
truk menjadi relatif banyak. Lebih-lebih truk-truk antar kota antar
propinsi.
Lukisan
dan tulisan-tulisan di dalam bak-bak truk itu sebenarnya juga menjadi
semacam ajang pameran ekspresi dari masyarakat kalangan awam. Masyarakat
yang merasa dirinya tidak terakomodasi di tataran/lapis intelektual-seniman.
Tidak aneh pula bahwa tulisan dan lukisan di bak-bak truk itu justru
sering merupakan "pernyataan" terus terang/kejujuran akan ketidaktahuan,
kejengkelan, patah hati, kerinduan, dan sebagainya.
Lukisan
dan tulisan di bak-bak truk itu pun menjadi semacam identitas yang
kemudian demikian dikenal oleh sesama pengemudi truk. Hanya dengan
melihat bak truk dengan lukisan atau tulisan tertentu, maka pemilik
atau pengemudi truk lain dapat dengan segera mengidentifikasi siapa
"dia" yang berada di dalam truk itu. Jadi, tulisan dan lukisan yang
sering mengesankan kelucuan itu berubah fungsinya menjadi semacam
plat nomor atau KTP.
Jika
Anda melintas di jalan dan berpapasan atau berada di belakang truk,
coba perhatikan tulisan atau lukisan yang tertera di baknya. Terkalah
apa yang ada di dalam pikiran pengemudi/pemilik/pelukis bak truk
itu berdasarkan tulisan dan lukisan yang dibuatnya. Berikut ini
menyajikan contoh-contoh lukisan/tulisan di bak-bak truk yang sering
melintas di kota Yogyakarta, simak dan resapi.
Naskah:
Sartono K.
Foto: Didit PD., Sartono K.
   
    
|