|
Yogya-mu
PENJUAL
ROKOK TRADISIONAL DI YOGYAKARTA
Dalam
dunia roko-merokok produksi rokok model pabrik dengan berbagai merk
tentu bukan merupakan hal yang aneh lagi. Produksi rokok di tanah
air ini konon juga telah turut meningkatkan pendapatan nasional.
Akan tetapi di sela-sela gemerlapnya dunia rokok prabik itu ternyata
masih ada juga orang yang suka merokok tingwe (nglinting dhewe)
dengan berbagai alasan. Alasan yang pertama adalah karena kegemaran.
Beberapa orang merasa kurang marem jika tidak merokok tingwe yang
dalam pencecapan para perokok prabik terasa terlalu berat atau bahkan
memabukkan. Alasan lain lagi karena faktor ekonomi. Banyak orang
merokok tingwe karena dirasakan lebih hemat. Menurut mereka tingwe
bisa 3 sampai 4 kali lebih hemat daripada rokok keluaran prabik.
Memang
tidak mudah sekarang ini untuk bisa menemukan penjual perangkat
tingwe. Hal ini barangkali disebabkan oleh gencarnya ekspansi rokok
prabik melalui berbagai kemudahan yang ditawarkannya. Kemudahan
pertama adalah mudah di dapatkan di sembarang toko, kios atau warung.
Kemudahan yang kedua adalah kemasannya praktis, menarik, tidak mudah
basah, serta mudah di bawa ke mana pun. Kemudahan yang ketiga adalah
kadar nikotinnya lebih terkontrol. Kemudahan yang lain adalah rokok
prabik bisa diberi ramuan 'berasa' selain tembakau seperti menthol,
dan sebagainya.
Salah
satu penjual ubarampe merokok yang katakanlah tradisional, (di luar
rokok pabrik) terdapat di sebelah utara Pasar Ngasem Yogyakarta.
Hal ini dapat juga diketemukan di beberapa pasar tradisional yang
lain. Hanya saja untuk menemukan pedagang semacam ini diperlukan
pengamatan yang telaten karena di pasar-pasar tradisional pun pedagang
semacam ini hanya tinggal satu dua orang saja. Kecuali itu pedagang
semacam ini biasanya menggelar dagangannya dalam tempat yang relatif
sempit, sekitar 2 m x 2 m saja.
Ubarampe
atau ramuan untuk membuat tingwe biasanya terdiri atas tembakau,
kertas sigaret/kertas rokok, pipilan klembak, pipilan cengkeh, dan
kadang-kadang ditambah pipilan kemenyan wangi. Aroma asap dari rokok
jenis ini dikenal sangat sengak. Sekalipun demikian, bagi perokok
jenis ini 'rasa' dari rokok ini demikian enak yang dalam bahasa
Jawa dikenal nyamleng 'sangat enak dan cenderung memabukkan'.
Berikut
ini beberapa hasil bidikan kamera TeMBI tentang penjual ubarampe
rokok tradisional di Yogyakarta. Silakan menikmati.
Foto:
Didit PD.
Teks: Sartono K.
  
|