|
Yogya-mu
STASIUN-STASIUN
DI YOGYA YANG MERANA
Pada
saat kereta api masih menjadi alat transportasi andalan bagi masyarakat
Yogyakarta waktu itu, maka banyak dibangun stasiun kecil. Stasiun-stasiun
itu bahkan berdiri di tempat-tempat yang sekarang boleh dikatakan
terpencil, memojok di sudut-sudut desa. Saat ini, ketika stasiun-stasiun
itu fungsinya kurang optimal atau bahkan tidak berfungsi sama sekali
karena kereta apinya memang tidak jalan atau bahkan tidak ada lagi,
maka keberadaan stasiun-stasiun itu menjadi begitu merana. Bangunan-bangunan
stasiun itu menjadi sosok-sosok yang berdiri, sepi sendiri. Keberadaan
stasiun-stasiun itu menjadi bangunan yang antik karena bentuk, ukuran,
gaya, tata letak, kelangkaan dan usianya yang cukup tua.
Ada
beberapa stasiun kecil yang tersebar di Yogyakarta yang kini tidak
dimanfaatkan lagi oleh Perumka. Bahkan rel-rel bajanya yang dulu
membujur tegar "menyabuki" permukaan tanah, sudah banyak
yang tidak tampak. Entah hilang, entah diambil orang, entah terpendam
di dalam tanah. Stasiun-stasiun kecil itu sendiri justru banyak
dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar. Ada yang digunakan untuk ruko,
kios tambal ban, rumah tinggal, dan sebagainya. Mengapa bisa terjadi
demikian, barangkali karena mereka menganggap bangunan bekas stasiun
itu tidak berguna lagi. Barangkali mereka berkata dalam hati, "Aah,
nggak apa-apa."
Bila
Anda ingin mengenal lebih jauh mengenai stasiun-stasiun kecil di
Yogya yang kesunyian itu, simak saja sajian TeMBI berikut.
Foto:
Dokumentasi TeMBI
Naskah: Sartono Kusumaningrat
    
|