|
Yogya-mu
ANEKA TULISAN DALAM SPANDUK PASCA GEMPA
Musibah atau bencana yang
menimpa manusia bisa menimbulkan bermacam-macam akibat dan reaksi.
Akan tetapi seberapa pun beratnya musibah, kehidupan terus berjalan.
Orang atau manusia tidak bisa menolak keberjalanan atau kelangsungan
kehidupan di dunia ini. Untuk itu diperlukan semangat dan tekad yang
kuat untuk bangkit. Minimal memotivasi diri untuk menyingsingkan
lengan baju, cancut tali wanda.
Orang tidak mungkin
terus-menerus menekuri nasibnya yang sedang buruk. Jika ini
dilakukan, bukan kesembuhan dan kebangkitan yang didapatkan, namun
justru keterpurukan yang menghimpit jiwa. Orang tidak mungkin
bangun, bangkit jika bukan atas kesadaran dirinya sendiri. Orang
lain boleh dan bisa saja membantu dan memotivasi, namun inti gerak
kebangkitan itu selalu berasal dari diri masing-masing individu. Hal
demikian memang tidak semudah dalam omongan dan wacana. Namun orang
perlu terus membangkit-bangkitkan semangatnya sendiri. Dengan
demikian, tidak perlu terlalu lam mengasihani diri sendiri karena
hal demikian membuat orang menjadi manja dan malas.
Beberapa saat setelah gempa
besar berlalu, muncul aneka spanduk dengan aneka macam pesan yang
kata atau kalimatnya menyemangati warga Yogya, khususnya Bantul,
yang terkena musibah gempa. Tulisan-tulisan itu sepintas hanya
seperti tulisan biasa. Namun jika dibaca dan diresapi tentu akan
punya dampak psikologis besar bagi orang-orang yang baru saja
terkena musibah gempa.
Salah satu contoh kalimat
dalam spanduk yang dikeluarkan oleh sebuah lembaga itu berbunyi:
Digembleng Hancur Lebur, Bangkit Kembali. Digembleng Hancur Lebur,
Bangkit Kembali. Ada pula yang berbunyi: Pring Reketeg Gunung
Gamping Ambrol, Ati Tetep Teteg Snajan Omah Ambrol. Selain itu ada
lagi yang berbunyi: Rakyat Bantul Tetep Sugih Snajan Ora Duwe
Bandha, dan lain-lain.
Tulisan semacam itu memang
benda mati serta tidak memberikan bantuan berwujud material. Akan
tetapi tulisan-tulisan tersebut berdampak besar pada sisi-sisi
psikologis warga yang terkena bencana. Yang telah terjadi ikhlaskan
terjadi, ke depan kita bangun semangat baru sebab hidup terus
bergulir dengan segala harapan dan cita-cita di masing-masing hati
kita. Bangkitlah bangsaku !
Foto dan Teks: Sartono
  
  
|