|
Yogya-mu
SELOKAN
MATARAM PEMBAWA KESEJAHTERAAN
Ada semacam
kepercayaan yang menyelimuti masyarakat Yogyakarta pada masa lalu
(terutama sebelum adanya saluran irigasi Selokan Mataram) bahwa
masyarakat Yogyakarta akan mendapatkan kesejahteraan bila Sungai
Progo dan Sungai Opak bisa bertemu. Secara keletakan Sungai Progo
berada di sisi sebelah barat Yogyakarta (menjadi batas antara Kotamadia
Yogyakarta dan Kabupaten Kulon Progo). Sedangkan Sungai Opak berada
di sebelah timur Kotamadia Yogyakarta. Pada saat Selokan Mataram
belum dibuat gambaran akan bertemunya Sungai Progo dan Sungai Opak
tentu sulit dibayangkan oleh masyarakat Yogyakarta mengingat keletakannya
demikian berjauhan.
Kepercayaan
akan terwujudnya kesejahteraan ini benar-benar terbukti setelah
Selokan Mataram benar-benar dibuat dan mampu "mengawinkan"
Sungai Progo dan Sungai Opak. Secara realita saluran air yang bersumber
dari Sungai Progo ini dalam perjalanannya ke arah timur telah mampu
mengairi banyak lahan pertanian khususnya lahan-lahan di wilayah
Kabupaten Sleman serta wilayah Kabupaten Bantul dan Kotamadya Yogyakarta.
Daya jangkau pengairan Saluran/Selokan Mataram ini mencapai 20.945
hektar.
Di samping
berfungsi untuk pengairan persawahan, air Selokan Mataram yang disadap
dari Sungai Progo ini turut memberi pasokan air di sepanjang perjalanannya.
Air Selokan ini juga berfungsi sebagai pengelontor cairan limbah
cair di sepanjang alirannya. Sayang sekali akhir-akhir ini Selokan
Mataram menanggung beban berat karena digunakan oleh banyak orang
sebagai tempat pembuangan sampah. Tidak aneh kalau kemudian pintu-pintu
air yang membagi air Selokan Mataram untuk berbagai keperluan sering
tersumbat sampah. Di samping itu, limbah cair yang masuk ke dalamnya
turut memperpekat kadar kecairan airnya. Keadaan ini jika tidak
segera diantisipasi akan menimbulkan akan menimbulkan gangguan aliran
air dan kadar kebersihan airnya di samping tentu saja akan mengganggu
habitat yang ada di dalamnya (ikan).
Melihat kenyataan
Selokan Mataram sehari-hari dapat menumbuhkan rasa prihatin yang
dalam. Pasalnya selokan yang sangat terkenal dan bermanfaat di Yogyakarta
dapat dikatakan tidak pernah sepi sampah. Apabila selokan ini dikeringkan
airnya akan semakin kelihatan begitu banyak timbunan/endapan sampah
yang terkandung di dalamnya serta bagaimana limbah cair yang mengerikan
mengucur dari lubang-lubang yang ada di sepanjang talud Selokan
Mataram. Nampaknya kesadaran untuk memelihara Selokan Mataram belum
tumbuh dengan baik pada masyarakat Yogyakarta.
Sumber:
Suhindriyo, 2001, Anugerah Kali Progo, Yogyakarta: Yayasan Pustaka
Nusatama
Teks: Sartono Kusumaningrat
Foto: Didit PD

|