|
Yogya-mu
POTISASI
DI TENGAH KOTA YOGYAKARTA
Kota
Yogyakarta secara agak tiba-tiba membuat taman-taman utamanya di
trotoar ujung selatan Jl. Ahmad Yani (di depan Gedung Agung) dan
(di depan Benteng Vredeburg). Taman ini salah satunya dibuat dengan
menggunakan pot dalam ukuran yang relatif besar sehingga seolah
tekesan ingin melahap lahan di sekitarnya. Tentu saja orang akan
bertanya-tanya, mengapa pot itu dibuat sedemikian besar. Apakah
memang ada urgensi antara kebesaran pot dengan katakanlah, tata
artistik pertamanan, pencapaian pada suasana kesejukan, ataukah
ada tujuan lain di balik itu.
Pembangunan tamanisasi itu sendiri tentu saja bukan merupakan sesuatu
yang buruk. Setidaknya hal itu dapat memberikan sentuhan kehijauan,
kesejukan di tengah suasana panas, gerah, dan pengap di pusat jantung
kota Yogyakarta. Di samping itu, taman itu sendiri dapat menjadi
tempat untuk istirahat sejenak bagi pejalan kaki yang kepenatan
setelah berjalan-jalan di sepanjang Malioboro, Senapati, Shopping,
maupun tempat yang lain. Hal ini juga dibuktikan dengan dibangunnya
kursi panjang permanen yang terbuat dari semen (beton).
Pot dan taman yang diletakkan di trotoar tersebut barangkali memang
ditujukan untuk memberikan kesejukan bagi pejalan kaki. Akan tetapi
taman ini juga telah menggeser kedudukan para pedagang kaki lima
yang selama ini mangkal di depan Benteng Vredeburg dan Gedung Agung.
Bagi para pedagang kaki lima yang selama ini mangkal di sana keberadaan
taman ini mungkin dirasa mengganggu. Setidaknya telah menggeser
lahan penghidupan mereka. Akan tetapi bagi publik Yogya keberadaan
taman ini mungkin sedikit memberi kelegaan di tengah kepadatan pedagang
kaki lima di sepanjang ruas kawasan Malioboro.
Satu hal yang mungkin menimbulkan pertanyaan di hati adalah mengapa
taman-taman di tengah kota (termasuk Yogyakarta) hampir selalu tidak
pernah diberi tanaman yang berfungsi sebagai perindang. Hampir semua
taman di tengah kota hanya ditanami tanaman pendek atau bahkan rumput.
Warna kehijauan barangkali memang dapat dimunculkan oleh taman model
ini, akan tetapi efek teduh dan hawa sejuk tampaknya sulit muncul
dari taman semacam ini. Di samping itu, taman di tengah kota cukup
rawan dari tangan-tangan jahil (vandalisme). Untuk itulah kesadaran
untuk menjaga lingkungan kota perlu selalu ditumbuhkan bagi penduduk
kota itu sendiri., di samping tentu saja perawatan untuknya selalu
diperlukan.
Berikut ini TeMBI menyajikan hasil buruannya berkenaan dengan taman/pot-pot
besar yang baru-baru ini menghiasi jantung kota Yogyakarta. Selamat
menikmati.
Teks:
Sartono Kusumaningrat
Foto: Didit PD.
   
   
|