|
Yogya-mu
PENGRAJIN
PLAT NOMOR DI YOGYAKARTA
Kota
Yogyakarta pada tahun 1970-an dikenal juga dengan nama kota sepeda.
Penamaan itu di masa kini barangkali tinggal bekas-bekasnya mengingat
kendaraan yang bernama sepeda sudah relatif sedikit. Keberadaan
jenis kendaraan ini telah mulai tergeser oleh jenis kendaraan bermesin
seperti sepeda motor dan mobil. Keberadaan dua jenis kendaraan ini
cepat atau lambat dapat menggusur keberadaan jenis kendaraan anti
polusi, sepeda.
Keberadaan
kendaraan bermesin barangkali memang lebih sesuai untuk percepatan
mobilitas manusia di samping tentu saja untuk kenyamanan. Tidak
mengherankan jika jenis kendaraan ini secara bertahap mulai memenuhi
kota Yogyakarta. Jika kita amati seluruh ruas jalan di tengah kota
Yogyakarta sekarang, maka yang 89 % tampak merajai jalanan adalah
kendaraan jenis bermesin tersebut. Jika setiap hari selalu ada tambahan
kendaraan bermesin masuk dan ikut arus jalan di kota Yogyakarta,
maka kemacetan tentu siap menjebak lsistem perlalulintasan di kota
Yogyakarta.
Salah
satu dampak dari adanya kendaraan bermesin ini, maka bermunculanlah
pengrajin plat nomor. Tidak bisa dielakkan bahwa plat nomor merupakan
sesuatu yang urgen menempel di tubuh kendaraan bermotor sekalipun
keberadaannya tidak berkaitan dengan fungsi mesin atau hakikat motor.
Keberadaan plat nomor pada kendaraan bermotor lebih berkait erat
dengan perijinan/hukum, retribusi atau pajak, identitas kewilayahan,
serta kepemilikan. Dengan demikian, kendaraan bermotor tanpa plat
nomor terlekat padanya bisa dipandang sebagai bentuk pelanggaran
hukum.
Oleh
karena plat nomor merupakan sesuatu yang urgen bagi kendaraan bermesin,
maka tidak bisa tidak plat nomor adalah sesuatu yang harus ada.
Pengrajin plat nomor melihat peluang itu. Tidak aneh kalau kemudian
ada cukup banyak pengrajin plat nomor di kota Yogyakarta (di kota
lainpasti ada juga). Lebih-lebih pertambahan kendaraan bermesin
jenis roda dua relatif lebih banyak terjadi di Yogyakarta dibandingkan
kota-kota lain. Peluang bisnis ini mengakibatkan ada banyak pengrajin
plat nomor yang membuka kiosnya di dekat kantor-kantor samsat baik
di kota Yogyakarta maupun di kota-kota kabupaten di Propinsi Yogyakarta.
Kiat
atau kreasi membuat huruf di atas selembar plat alumunium pun berkembang
karenanya. Kecuali kreasi bentuk huruf yang dicetak secara datar
di atas plat, banyak juga huruf dan angka-angka plat nomor yang
dibuat timbul atau menonjol di atas plat-plat tersebut. Di kalangan
anak-anak muda kreasi atau variasi huruf serta angka ini cukup digemari.
Plat nomor yang berasal dari kantor samsat yang dipandang baku bahkan
sering tidak dipasang di kendaraan mereka.
Promosi
dari pengrajin plat nomor juga dapat dibilang unik karena hampir
semua dari mereka menempelkan berbagai jenis variasi huruf dan angka
dalam plat nomor di dinding, atau bahkan digantung di kios mereka.
Jadi kesannya seperti pameran plat nomor. Berikut ini TeMBI menjayajikan
berbagai kios plat nomor yang ada di Yogyakarta. Selamat menikmati.
Foto
Didit PD, teks: Sartono K
   
|