|
Yogya-mu
WAJAH-WAJAH
PASAR TRADISIONAL DI YOGYAKARTA
Pasar,
pada zaman Mataram Islam merupakan unsur bangunan yang tidak dapat
dipisahkan dalam kesatuannya dengan keseluruhan unsur bangunan yang
harus ada di dalam sebuah kerajaan, seperti: keraton, masjid agung,
dan alun-alun yang kemudian lebih dikenal dengan konsep catur gatra.
Dilihat
dari sifat dan fungsinya, pasar merupakan tempat transaksi jual
beli segala kebutuhan manusia. Oleh karenanya keberadaannya jelas
menduduki posisi penting dalam kehidupan manusia karena manusia
selalu berusaha memenuhi kebutuhan hidup, minimal kebutuhan pokoknya
setiap hari. Kekhususan pasar yang demikian unik (menyediakan hampir
semua kebutuhan hidup manusia) kedudukan pasar tidak tergantikan
oleh bentuk-bentuk pasar yang lain (mal, toko, supermarket, dan
sebagainya).
Pada
perkembangannya, pasar tidak hanya berdiri dalam kaitannya dengan
catur gatra, tetapi berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakatnya.
Pada wilayah-wilayah berpenduduk padat, biasanya pusat-pusat transaksi
jual beli (termasuk pasar) menjadi bermunculan. Jadi, pasar sebagai
tempat transaksi jual beli dapat tumbuh kapan dan di mana saja tergantung
pada tingkat-tingkat kebutuhan masyarakat. Dapat saja terjadi bahwa
sebuah pasar melayani wilayah yang cukup luas atau bahkan relatif
sempit. Semuanya tergantung pada tingkat kepadatan dan kebutuhan
penduduk sekitarnya.
Kali
ini TeMBI menyajikan aneka macam wujud pasar tradisional yang ada
di wilayah Yogyakarta. Selamat menikmati tempat Anda bertransaksi
jual beli ini.
Naskah
dan Foto: Sartono Kusumaningrat
   
|