|
Yogya-mu
ORANG-ORANG
YANG SETIA
MENGENAKAN BUSANA TRADISIONAL DI YOGYAKARTA
Konon
cara berpakaian seseorang mencerminkan watak atau kepribadian seseorang.
Kebenaran pernyataan ini nampaknya masih perlu dikaji ulang. Sekalipun
demikian, persoalan berpakaian yang mula-mula tujuan utamanya untuk
melindungi tubuh dari hujan, angin, panas, dan goresan telah berkembang
sedemikian rupa sehingga melahirkan suatu produk kebudayaan yang
dikenal dengan mode. Bukan hanya itu, dunia pakaian juga telah melahirkan
industri garmen, sepatu, kaus kaki, topi, dan sebagainya. Orang
tidak lagi mengenakan pakaian untuk fungsi perlindungan tubuh semata,
tetapi sudah merambah ke wilayah kesopanan, kepantasan, bahkan kecantikan.
Pakaian bahkan berkembang menjadi alat untuk mempercantik diri.
Sekalipun
demikian banyak bangsa yang mempertahankan model pakaian tertentu
sebagai ekspresi identitas kesukuan atau kebangsaan bahkan agamanya.
Oleh karena itu pula kita mengenal apa yang dinamakan pakaian nasional
bangsa tertentu atau pakaian tradisional suku tertentu. Pada sisi
ini pakaian telah difungsikan juga sebagai tanda identitas kelompok/suku/bangsa
tertentu. Akan tetapi tidak setiap suku/bangsa/kelompok tertentu
selalu mengenakan pakaian sebagai identitas kelompoknya. Pakaian
penanda identitas kelompok tertentu itu lebih sering dikenakan pada
kesempatan-kesempatan khusus semacam peringatan hari besar atau
upacara-upacara tertentu.
Khusus
untuk suku Jawa yang juga memiliki pakaian tradisional yang menjadi
ciri identitas kesukuannya. Sekalipun demikian, apabila kita melanglang
ke segenap wilayah geografis Jawa belum tentu kita akan menemukan
orang yang mengenakan pakaian tradisional Jawa ini. generasi muda
Jawa seperti juga generasi muda suku/bangsa lain telah mengenal
dan menggemari model pakaian yang katakanlah modern. Jins, kaus
oblong, jas, dasi, blazer, dan sebagainya bukan sesuatu yang asing
bagi generasi muda Jawa.
Yogyakarta
yang merupakan bagian dari wilayah kebudayaan Jawa juga memiliki
pakaian tradisional yang mencirikan identitas kejawaannya. Sekalipun
tidak setiap saat kita dapat melihat atau menyaksikan orang-orang
Yogyakarta mengenakan pakaian tradisional Jawa, kita masih bisa
melihat hal tersebut pada generasi tua Jawa yang bermukim di Yogyakarta,
khususnya di pelosok pedesaan atau yang berasal dari daerah itu.
Minimalnya kita masih bisa melihat ibu-ibu atau nenek-nenek yang
mengenakan kebaya dan kain. Orang-orang generasi ini bahkan merasa
jengah apabila harus mengenakan pakaian semacam daster atau kaus
oblong. Mereka merasa lebih merasa nyaman bila mengenakan pakaian
tradisionalnya.
Berikut
ini TeMBI menyajikan hasil bidikannya berkenaan dengan orang-orag
yang masih setia mengenakan pakaian tradisional Jawa khususnya orang-orang
yang bermukim di Yogyakarta. Silakan simak dan nikmati.
Teks:
Sartono Kusumaningrat
Foto: Didit Priya Daladi
   
   
|