|
Yogya-mu
NOMOR-NOMOR
KENDARAAN DI YOGYA
Orang
sudah tahu bahwa di Yogya padat penduduk. Orang juga sudah tahu,
selain padat penduduk, di Yogya padat kendaraan bermotor. Penduduk
yang bermukim di Yogya memang berasal dari bermacam daerah. Bahkan
warga dari negara lain bisa didapati tinggal di Yogya. Kiranya di
Yogya pula bisa ditemukan nama-nama jalan yang menunjuk wilayah
daerah yang ada di Indonesia. Misalnya, ada nama Jl. Sulawesi, Jl.
Sumatra dan seterusnya.
Perihal
padat kendaraan itulah yang barangkali membuat ruas jalan di Yogya
seringkali macet. Memang tingkat kemacetan di Yogya tidak seperti
di Jakarta. Kemacetan yang terjadi di Yogya bisa disebut masih dalam
ukuran normal, setidaknya kalau merujuk Jakarta. Namun kalau rujukan
menggunakan luas wilayah Yogya yang terbatas, kemacetan yang terjadi
di Yogya tidak ditemukan pada tahun 1980-an. Artinya, hanya selang
beberapa tahun, tidak sampai 20 tahun, di Yogya sudah terjadi kemacetan.
Memang
kemacetan yang terjadi di Yogya tidak melanda seluruh tempat, hanya
di sejumlah tempat. Celakanya, sejumlah tempat yang sering macet
adalah di wilayah jalan-jalan strategis. Misalnya, di jalan Gondomanan,
di Jl. Malioboro, di Jl. Solo (Urip Sumoharjo), di Jl. Kaliurang
dan beberapa wilayah jalan lagi.
Kemacetan
lalu lintas di Yogya, selain disebabkan luas jalan yang sempit,
tetapi juga disebabkan jumlah kendaraan yang melebihi dari kapasitas
jalan. Tingkat kelebihan kendaraan, salah satunya disebabkan karena
tidak sedikit kendaraan yang ada di Yogya menggunakan plat nomor
bukan Yogya. Mudah sekali menemukan nomor kendaraan yang di depannnya
berinitial B, D, L, H, R, E G, KH dan seterusnya. Selain, tentu
saja, kendaraan yang menggunakan nomor AB.
Kendaraan-kendaraan
yang menggunakan nomor luar daerah Yogya ini, meski bukan yang utama,
menambah jumlah kendaraan yang ada di Yogya. Mereka, nomor-nomor
kendaraan luar daerah, menggunakan jalan yang ada di Yogya, tetapi
pajaknya mengalir ke daerah di mana nomor kendaraan itu menunjuk
daerah setempat. Misalnya, B menunjuk wilayah Jakarta. D menunjuk
wilayah Solo, H. menunjuk wilayah Semarang, KH menunjuk wilayah
Kalimantan Tengah dan seterusnya. Dari nomor-nomor kendaraan luar
Yogya, yang mudah ditemukan adalah nomor kendaraan dengan initial
B,D,H dan L, lainnya ada, tetapi tidak semudah nomor-nomor disebut
itu ditemukan di jalan.
Yogya,
rupanya bukan hanya di huni oleh beragam etnis dari wilayah Indonesia,
tetapi juga “dihuni” kendaraan bermotor, yang jika dilihat
dari nomornya menunjuk luar daerah Yogya.
Itulah
Yogya.
Ons
Untoro
Foto-foto: Didit
   
   
|