Yogya-mu

 

KEUNIKAN MODEL-MODEL BATU NISAN DI YOGYAKARTA

Kematian bagi sebagian besar umat manusia dianggap merupakan akhir dari mata rantai kehidupan yang dianggap penting. Oleh karenanya, kematian selalu diiringi dengan upacara-upacara tertentu. Bahkan dalam masyarakat tertentu seperti masyarakat Jawa, ada tradisi membuat upacara slametan yang dimaksudkan agar perjalanan arwah ke alam keabadian berlangsung dengan selamat. Satu hari (geblag), tiga hari (nelung dina), seminggu (mitung dina), empat puluh hari (patang puluh dina), seratus hari (nyatus dina), satu tahun (setaun), dua tahun (rong tahun), dan nyeribu hari (nyewu) merupakan serangkaian upacara yang dilakukan dengan maksud agar arwah sampai kepada Sang Khalik dengan selamat.

Pada saat upacara seribu hari itulah biasanya masyarakat Jawa melakukan pemasangan batu nisan (kijing) di atas kuburan orang yang meninggal. Batu nisan tersebut dipandang tidak semata-mata sebagai benda mati belaka. Akan tetapi batu nisan tersebut lebih dipandang sebagai penanda sekaligus simbol. Tanda bagi orang yang telah meninggal sekaligus simbol penghormatan dari orang yang ditinggalkan kepada orang yang telah meninggal..

Wujud batu nisan pada kenyataannya ada berbagai macam. Meskipun pada hakikatnya berfungsi sama, tetapi model-model batu nisan dapat menjadi petunjuk tentang jati diri orang meninggal yang dibatunisani. Contohnya batu nisan yang di sampingnya diberi patung harimau. Hal ini menunjukkan bahwa orang yang dibatunisani itu mempunyai kesenangan memelihara harimau. Bahkan, ada dugaaan bahwa orang yang meninggal itu mempunyai kesaktian/kekuatan seperti harimau. Di samping itu, batu-batu nisan tersebut dapat juga menjadi semacam petunjuk tentang bagaimana keluarga yang masih hidup menghormati/menyayangi/mengenang orang yang telah meninggal tersebut.

Di kota Yogyakarta ada sekian banyak batu nisan dengan model-model yang bila diamati, kelihatan unik, berkesan seram, artistik, maupun aneh. Berikut ini TeMBI menyajikan model-model batu nisan yang ada di seputar Yogya. Bandingkan dengan model-model batu nisan di lingkungan Anda sendiri.

Naskah: Sartono K
Foto: Didit PD., Sartono K.