|
Yogja-mu
MCK
DI YOGYAKARTA
Kebutuhan
tempat untuk membersihkan diri, membuang hajat besar maupun kecil,
dan membersihkan segala sesuatu merupakan kebutuhan yang cukup vital
juga bagi manusia. Hanya saja pada masyarakat yang boleh dikatakan
belum atau kurang maju pandangannya terhadap kebutuhan itu, masih
sering menganggap kebutuhan akan hal itu merupakan kebutuhan yang
tidak penting. Tidak mengherankan apabila kemudian masyarakat yang
demikian itu menyandarkan kebutuhan akan MCK semata hanya pada faktor
lingkungan alam belaka. Sungai, parit, telaga, dan sumber-sumber
air merupakan andalan masyarakat yang demikian itu. Pada sisi ini
faktor kesehatan lingkungan sering terabaikan oleh mereka.
Dalam
masyarakat Jawa khususnya, adalah istilah pakiwan. Secara etimologis
kata ini berasal dari kata dasar kiwa 'kiri' yang selalu dikonotasikan
sebagai sesuatu yang tidak/kurang penting. Sesuatu yang dinomorduakan,
sesuatu yang tidak etis untuk ditampakkan di depan serta derajatnya
selalu lebih rendah daripada tengen 'kanan'. Istilah pakiwan itu
sendiri sebenarnya mengacu pada pengertian tempat yang kiwa, yakni
suatu tempat yang letaknya dipinggirkan atau dipisahkan dari suatu
tempat yang besifat kanan. Secara khusus istilah pakiwan mengacu
pada pengertian MCK. Oleh karenanya MCK bagi masyarakat Jawa selalu
dikatakan pakiwan meskipun secara harfiah letaknya sebenarnya tidak
berada di kiwa 'kiri'. Dapat saja terjadi bahwa pakiwan / MCK itu
letaknya berada di samping kanan-belakang rumah atau bahkan satu
rangkaian dengan ruang dapur, ruang tamu, atau bahkan ruang tidur
dari sebuah bangunan rumah. Akan tetapi karena MCK merupakan tempat
pembuangan segala macam kotoran, maka ia tetap disebut sebagai pakiwan.
Pada
awalnya pakiwan dalam masyarakat Jawa memang terletak jauh di luar
bangunan rumah induk. Pakiwan benar-benar dikiwakake 'dikirikan,
dipinggirkan' tempatnya agar tidak mengganggu kenyamanan hunian
utama. Akan tetapi pada perkembangan zaman berikutnya pakiwan /
MCK ini dibangun menyatu dengan bangunan induk demi alasan-alasan
efisiensi ruang, keindahan, jarak, dan sebagainya.
Berikut
ini TeMBI menyajikan aneka macam model pakiwan / MCK yang masih
digunakan masyarakat Jawa, khususnya di Yogyakarta mulai dari yang
paling sederhana hingga yang katakanlah, paling modern. Bandingkan
dengan MCK Anda sendiri.
naskah:
Sartono K.
foto:
Sartono K.


|