|
Yogya-mu
PUSAT
PENJUALAN MAKANAN KHAS YOGYAKARTA
Hampir
setiap daerah/kota memiliki kekhasan dalam hal produk makanan tradisional.
Untuk wilayah Propinsi Yogyakarta yang terdiri atas 5 kabupaten,
hampir setiap kabupatennya memiliki makanan khas yang menjadi identitas
daerahnya. Kabupaten Kulon Progo terkenal dengan makanan gebleg,
tempe benguk, dan growol. Kabupaten Bantul terkenal dengan makanan
yang disebut geplak, rempeyek Mbok Tumpuk dan adrem. Kabupaten Gunung
Kidul terkenal dengan thiwul. Kabupaten Sleman terkenal dengan makanan
juadah, tempe bacem, rempeyek belut, rempeyek bayem, dan tape singkong.
Sedangkan untuk kotamadya Yogyakarta sendiri terkenal dengan makanan
khasnya gudeg, bak pia, juadah manten, yangko, onde-onde, enting-enting,
agar-agar kering, gangsiran, emping melinjo, dan kipo.
Secara
komersial hasil-hasil makanan tersebut di atas banyak dipasarkan
di Yogyakarta. Tidak aneh kalau kemudian banyak bertumbuhan pusat-pusat
penjualan makanan khas di Yogyakarta. Hal ini di samping memberi
keuntungan pada produsen makanan, pemilik toko, juga memberi kemudahan
pada masyarakat pada umumnya dan wisatawan khususnya untuk mendapatkan
produk makanan khas Yogyakarta. Di samping itu, makanan khas yang
tidak didapatkan di daerah lain dapat menjadi simbol identitas daerah.
Melalui identitas semacam itu orang diharapkan semakin mengenal
daerah tersebut. Oleh karena kenal, maka akan tumbuh pula rasa sayang.
Oleh karena tumbuh rasa sayang, maka akan tumbuh pula sikap menghargai
yang gilirannya akan menumbuhkan sikap saling menghargai. Dari sikap
saling menghargai antardaerah itu akan tumbuh pula sikap merasa
satu-sesaudara sebagai bangsa.
Bagi
masyarakat Yogyakarta sendiri barangkali hal semacam itu sudah dianggap
umum. Akan tetapi bagi wisatawan hal semacam itu bisa menjadi penting
karena wisatawan hampir selalu mencari hal-hal yang spesifik dan
oleh-oleh yang khas dari daerah yang dikunjunginya. Hal-hal yang
spesifik tersebut bisa saja berupa pemandangan alam, kesenian, adat
istiadat, suguhan yang berupa hiburan, dan lain-lain. Sedangkan
oleh-oleh itu di samping souvenir, pakaian, mebel, bisa juga berupa
makanan yang khas dari daerah yang dikunjungi. Berikut ini TeMBI
menyajikan beberapa foto pusat penjualan makanan khas Yogyakarta.
Tentu saja foto ini belum mewakili keseluruhan pusat penualan oleh-oleh
makanan khas Yogyakarta. Akan tetapi diharapkan melalui rubrik ini
Anda yang bukan asli orang Yogya dan sekarang akan atau sedang berada
di Yogya cukup tergelitik untuk mencicipi kekhasan Yogya melalui
pemanjaan lidah dan perut Anda. Harapannya, makanan tersebut dapat
menjadi salah satu tanda mata yang demikian manis dan membekas dalam
dari kota ini. Selamat 'menikmati' Yogyakarta !
Foto:
Didit Priya Daladi
Teks: Sartono Kusumaningrat
   
|