|
Yogya-mu
ADA
PAMERAN LUKISAN DI JEMBATAN LAYANG YOGYA
Di
Yogyakarta tidak banyak jembatan layang, tidak seperti di Jakarta.
Namun memang bisa ditemui jembatan layang, setidaknya jembatan layang
di kawasan Pengok dan di kawasan Janti, arah jalan Solo. Yang menarik
dari jembatang layang di Yogyakarta, terutama di kawasan Pengok,
jembatan ini tidak hanya dipakai sebagai lalu lintas pemakai jalan
layang, tetapi di bawah jembatan layang, terutama pada dindingnya
dijadikan sebagai kanvas, maka jadilah dinding jembatan layang itu
sebuah lukisan, karena jumlahnya banyak sehingga menjadi sebuah
pameran.
Kreativitas
anak-anak muda Yogya memang perlu diarahkan, sehingga corat-coret
yang selama ini terjadi dan terasa amat ngawur serta dilakukan disembarang
tempat perlu bercermin dari para seniman yang berkreasi dengan memanfaatkan
ruang publik yang ada di kota. Memang tidak hanya jembatan layang
yang di lukisi, ada juga dinding tembok toko di kawasan Malioboro.
Perilaku
grafitis dari seniman, setidaknya bisa "menghidupkan"
beton jembatan layang yang kering dan beku. Sehingga kapan orang
melintas di bawah jembatan layang, tidak hanya kekumuhan yang terlihat,
tetapi ada keindahan di sana. Ada estetika di sana.
Seni
Rupa Ruang Publik. Tampaknya hal inilah yang menjadi acuan utama.
Bahwa karya seni rupa bisa dihadirkan di ruang publik dan tidak
harus berupa gedung atau bangunan rumah, tetapi bisa berupa apa
saja, termasuk beton jembatan layang, tembok toko, tembk rumah.
Eit, untuk yang terakhir disebut ini, rupanya para kreator ini tidak
asal mengecat dan berkreasi. Mereka juga minta izin pada pemilik
rumah, setelah mendapat ijin barulah kerja kreatif mereka lakukan.
Kembali
pada jembatan layang yang terletak di kawasan Pengok, pada lalu
lintas jalur kereta api. Pada jembatan layang ini rupa-rupa lukisan
dalam beragam tema bisa dilihat. Sambil naik sepeda onthel, sepeda
motor, mobil, naik becak bahkan jalan kaki, siapapun bisa menikmati
seni rupa ruang publik. Termasuk dengan sendirinya, orang bisa foto
dengan mengambil latar belakang salah satu karya lukis di beton
jembatan layang.
Di
Yogyakarta memang mudah ditemukan hal-hal yang unik Lukisan Jembatan
layang ini hanyalah salah satu dari yang unik itu. Dari seni rupa
"jembatan layang" ini, setidaknya orang bisa mengerti,
bahwa pameran karya lukis tidak harus di Gallery atau di dalam gedung,
tetapi bisa di luar. Dan melukis tidak harus dengan kanvas, tetapi
bisa juga dengan beton.
Tetapi
kalau hendak menjual karya lukis sambil merasa dirinya pelukis yang
peduli pada kebudayaan, ambilah gallery untuk memajang karya-karyanya.
Jangan bilang buka warung lukisan, tetapi pameran. Ya, pameran lukisan.
Ons
Untoro. Foto2 Didit Priyo Daladi
    
    
|