|
Yogya-mu
LEMBAGA-LEMBAGA
KEBUDAYAAN DI YOGYAKARTA
Kata
orang, Yogyakarta adalah kota budaya. Kalau memang demikian sebutan
yang ditempelkan, setidaknya perlu dilihat kegiatan kebudayaan yang
berlangsung di Yogyakarta dalam ritme seperti apa. Dari segi kuantitas,
di Yogyakarta dalam setiap hari selalu ada beragam kegiatan yang
menyangkut kebudayaan, baik berupa pertunjukan kesenian, pameran
lukisan, seminar-seminar dan seterusnya. Bahkan, dalam setiap hari
bisa ada dua-tiga jenis kegiatan yang sama, misalya seminar atau
diskusi, atau juga pertunjukan kesenian.
Dari
kegiatan-kegiatan yang dilakukan, artinya di Yogyakarta ada banyak
lembaga kebudayaan, baik milik pemerintah maupun swasta. Baik yang
sudah besar maupun yang masih kecil -sedang belajar berjalan--.
Dari sejumlah lembaga kebudayaan, ada yang saling beirteraksi dan
bekerjasama. Hampir jarang lembaga kebudayaan yang bekerja sendirian
tanpa melibatkan lembaga-lembaga lain maupun masyarakat. Tentu,
bentuk interaksinya setiap lembaga kebudayaan berbeda, sesuai dengan
interes masing-masing lembaga.
Pada
tingkat kelembagaan, ada jenis lembaga yang mengkhususkan diri dalam
satu bidang kebudayaan, misalnya seni rupa kotemporer. Ada juga
yang memfokuskan pada penelitian, tapi ada juga yang "membuka
diri" bahwa jenis kesenian apapunpun - setelah melalui seleksi-
bisa dihadirkan.
Lembaga-lembaga
kebudayaan yang anda lihat melalui foto ini hanya sedikit dari jumlah
yang ada. Artinya, di Yogyakarta ada banyak lembaga kebudayaan yang
mengambil tempat di kota maupun di sudut-sudut kota. Ada jenis lembaga
yang secara rutin menyelenggarakan kegiatan dalam bermacam bentuk.
Ada yang hanya secara insidental. Apapun yang dilakukan lembaga
kebudayaan baik yang rutin maupun yang insidental, yang pasti setiap
lembaga memberikan kontribusi pada atmosfir kebudyaaan di Yogyakarta,
dan tidak harus dimengerti atau dibaca sebagai mengukuhkan predikat
kota budaya, tetapi lebih menghidupkan setiap kegiatan kebudayaan.
Teks:
Ons Untoro, foto Didit Priyo Daladi dan Ons Untoro
   
   
|