|
Yogya-mu
KAUS-KAUS MBELING DARI JOGJA
Jika
Anda berada di kota Jogja tentu Anda tidak asing lagi dengan kaus
oblong gaya Jogja. Di kota ini bertumbuhan perusahaan kaus oblong
yang masing-masing mencoba menawarkan ciri khasnya. Salah satu contoh
perusahaan kaus yang cukup terkenal di kota Jogja adalah merk DAGADU.
Kaus oblong produksi PT Aseli Dagadu Jogja sangat terkenal dengan
desain gambar-gambarnya yang sangat khas: kritis, lucu, dan sarat
dengan idiom-idiom yang tumbuh di kota Jogja seperti misalnya plesetan.
Tak pelak karena begitu digemari atau laris, maka kaus produksi
Dagadu banyak ditiru atau bahkan dijiplak mentah-mentah dan dijual
dengan harga sangat murah.
Selain
DAGADU ada lagi perusahaan kaus yang mencoba menghadirkan gaya etnik.
Kaus-kaus etnik ini mencoba menghadirkan kaus dengan gambar-gambar
tertentu yang mencerminkan identitas suatu etnik tertentu. Kaus-kaus
dengan gambar etnik ini di antaranya diproduksi oleh JARAN T-Shirt
Gallery dan MEGATRUH. Apabila JARAN lebih menekankan pada idiom-idiom
etnik tertentu pada bendanya seperti rumah adat, senjata, model-model
kuburan, dan sebagainya, maka MEGATRUH lebih menekankan pada aspek
permainan rakyat, permainan anak-anak tradisional, dan lakuan atau
tindakan sehari-hari yang tidak lepas dari adat seperti petan (mencari
kutu), menumbuk padi, jualan nasi gudeg, dan seterusnya.
Ada
lagi kaus produksi Jogja yang sengaja dibuat dengan gaya mbeling
atau bahkan urakan. Boleh dikatakan kaus oblong gaya urakan ini
tidak menonjolkan merk tertentu. Kemungkinan besar kaus ini juga
diproduksi oleh pengusaha kaus dengan modal kecil. Sekalipun demikian
kaus oblong jenis ini mudah dikenali karena warna dasar kausnya
yang hampir seratus proses hitam dengan tulisan berwarna sangat
kontras: merah atau putih. Kaus jenis ini selain mudah dikenali
dari warna dasar kausnya, juga mudah dikenali karena bunyi tulisan
yang diterakannya hampir selalu urakan. Ambil contoh misalnya :
Buronan Mertua, Napi Nomor 123, 100 % Masih Gila, Pasien RSJ, Sarkem:
Pusat Jajan dan Olah Raga, Sialan Aku Bagus Dhewe, Mansion House:
99,9 % Alkohol, Semua Preman Bersaudara, dan lain-lain. Kaus-kaus
model ini tentu saja konsumennya sebagian besar adalah kawula muda.
Gaya semacam itu menjadi segera populer karena sepertinya menjadi
semacam ekspresi kebebasan bagi kawula muda untuk menyuarakan kegelisahan
hatinya. Juga untuk menyalurkan segala macam kejengkelan, kesumpekan
hidup, dan tentu, kembelingannya.
Jika
Anda kebetulan berada di Jogja kemudian melihat orang mengenakan
kaus warna hitam dengan tulisan Pasien RSJ atau 100% Masih Gila
jangan lantas Anda percaya bahwa orang tersebut benar-benar gila,
tapi kemungkinan besar orang tersebut sedang mengekspresikan rasa
ngedan-nya. Selamat menikmati keindahan kota Jogja dengan segala
pernik dan kreativitasnya.
Foto:
Didit PD.
Teks: Sartono K.
    
|