| Yogya-mu
KARAMBA-KARAMBA
DI YOGYAKARTA
Sungai-sungai
di Yogya selama ini banyak digunakan untuk pengairan dan penggelontoran
limbah di samping juga untuk MCK dan budidaya perikanan. Salah satu
budidaya ikan dilakukan dengan sistem kolam. Sistem kolam memerlukan
tanah yang cukup luas untuk pelaksanaannya. Bagi masyarakat yang
tinggal di kota pembuatan kolam seperti termaksud di atas jelaslah
merupakan sesuatu yang sangat mahal atau mustahil. Oleh karena itulah
masyarakat Kota Yogyakarta banyak yang membudidayakan ikan dengan
sistem karamba.
Pada
era tahun 1980-1990-an sistem karamba ini sangat populer di Kota
Yogyakarta. Hampir semua sungai yang melintasi Kota Yogyakarta dimanfaatkan
oleh masyarakat kota untuk budidaya ikan melalui sistem karamba
ini. Tidak aneh kalau kemudian banyak bermunculan karamba-karamba
di sepanjang sungai yang melintasi kota. Tentu saja sistem karamba
ini dipandang cukup menguntungkan bagi masyarakat kota yang notabene
lahan tanahnya terbatas. Menguntungkan secara ekonomis dan juga
menguntungkan secara psikologis.
Banyak
karamba yang memang dikelola untuk tujuan ekonomis dan bisnis tetapi
banyak pula karamba yang dibuat untuk tujuan rekreatif bagi pemiliknya
sendiri. Pada sisi ini pemilik karamba mengelola karamba untuk kesenangan
atau hobi, semacam akuarium. Bagi pemilik karamba yang ditujukan
untuk tujuan rekreatif lebih memandang ikan-ikan yang dipeliharanya
sebagai objek yang dinikmati secara visual saja. Kesenangan hati
memberi makan dan melihat perkembangan peliharaannya sudah sangat
menghibur bagi si pemelihara. Jadi, kepuasannya tidak untuk urusan
perut belaka.
Karamba-karamba
di Kota Yogyakarta ini secara periodik sebenarnya juga selalu menghadapi
kendala, yakni banjir setiap musim hujan tiba. Jadi, menjelang musim
hujan kebanyakan isi karamba di Kota Yogyakarta ini dikososngkan
oleh pemiliknya. Akan tetapi musim hujan dan banjir itu sendiri
sering sangat sulit diramalkan kapan datangnya sehingga kedatangan
banjir dan hujan dapat saja dengan tiba-tiba. Bila hal ini terjadi
maka ikan di dalam karamba akan hanyut terbawa arus banjir.
Budidaya
karamba sebenarnya secara langsung maupun tidak mendorong orang
yang tinggal di sepanjang aliran sungai menjadi lebih menyayangi
sungai. Oleh karena ia merasa memerlukan keberlangsungan hidup ikan
di karambanya maka ia secara langsung maupun tidak tentu akan turut
mengamati kualitas air sungai.
   
|