|
Yogja-mu
ANEKA
MACAM MODEL GAPURA DI YOGYAKARTA
Dari
sekian jenis bangunan masa Indonesia Hindu yang berkelanjutan sampai
sekarang baik bentuk, fungsi maupun gayanya adalah jenis bangunan
yang bernama gapura. Gapura merupakan jenis bangunan yang biasa
digunakan sebagai penanda batas wilayah sekaligus berfungsi pula
sebagai pintu gerbang bahkan monumen/prasasti. Ada berbagai macam
model gapura di Yogyakarta. Mulai dari yang sederhana sampai yang
megah. Gapura-gapura yang menjadi penanda batas wilayah-wilayah
yang relatif kecil biasanya dibuat secara lebih sederhana dibandingkan
gapura-gapura yang digunakan sebagai penanda batas wilayah yang
besar. Gapura yang menjadi tanda batas wilayah setingkat RT dan
RW biasanya relatif sederhana bentuk maupun ornamennya dibandingkan
dengan gapura yang menjadi tanda batas wilayah dusun, kalurahan,
kecamatan, kabupaten, atau propinsi.
Pada
kompleks percandian, gapura dibagi ke dalam 5 jenis. Hal ini didasarkan
pada kitab Manasara, kitab yang berisikan dasar-dasar atau kaidah-kaidah
penciptaan segala bentuk seni arsitektur. Kitab tersebut memuat
keterangan lengkap tentang gapura yang meliputi bentuk, tata letak,
ragam hias, ukuran, tata upacara, dan proses pembuatan gapura.
Pada
zaman India kuna dipercayai bahwa pembuatan bangunan yang indah
dan benar akan mendatangkan kesejahteraan dan kebahagiaan. Oleh
karenanya kaidah-kaidah bangunan yang ada di kitab tersebut dan
juga kitab-kitab keagamaan yang lain selalu dijadikan pedoman baku.
Aturan-aturan yang ada di dalamnya tidak pernah disimpangi. Meskipun
demikian, pada zaman-zaman selanjutnya hal tersebut mengalami perubahan
disebabkan oleh berbagai faktor seperti kreativitas arsitek/senimannya,
faktor kesengajaan, ketidakpedulian, penghematan, dan ketidaktahuan.
Untuk
melihat macam-macam atau model-model gapura Anda bisa mengunjungi
Yogyakarta. Amatilah gapura-gapura yang ada di wilayah-wilayah RT,
RW, dusun, kota, atau di kompleks-kompleks perumahan serta percandian.
Temukan keunikannya.
Sumber:
Hadjuddin, Abbas, 1993, Gapura-gapura Periode Jawa Timur Akhir
Abad XIV-XV M, Skripsi Sarjana, Yogyakarta: Fakultas Sastra, UGM
Foto:
Sartono K

|