|
Yogya-mu
PERANG
CAT SEMPROT DI KOTA YOGYAKARTA
Kota
Yogyakarta yang berslogan Berhati Nyaman (Bersih Sehat Indah dan
Nyaman) itu ternyata belum juga mampu membangkitan warga Yogyakarta
sendiri untuk menindaklanjutinya dengan konsekuen. Untuk tingkat
bersih saja belum apalagi menuju sehat indah, lebih-lebih nyaman.
Apanya yang sehat indah dan nyaman kalau lingkungannya saja kotor.
Grafiti
atau sering dikatakan sebagai seni corat-coret di kota Yogyakarta
barangkali boleh dikatakan bukanlah seni. Kehadirannya justru membuat
orang lain risih dan jegkel. Lebih-lebih bagi warga yang merasa
benda/tempat/huniannya menjadi aksi ini. Untuk dapat dikatakan sebagai
sebuah kesenian konon sebuah ekspresi tertentu dari manusia paling
tidak bersangkutan dengan tiga unsur pokok, yakni bentuk, komposisi,
dan harmoni. Kalau disimak, ditimbang-timbang, dirasa-rasakan, laikkah
corat-coret yang menggila di Yogyakarta ini disebut sebagai sebuah
seni grafiti ? Dilihat dari alasan kehadirannya saja aksi ini jelas
bukan dipresentasikan untuk memunculkan rasa/jiwa berkesenian. Agaknya
ia muncul sebagai sebuah pengumuman akan eksistensi dari seseorang/kelompok
tertentu. Sayang, aksi yang mereka lakukan ini dilakukan dengan
sembarangan tanpa mempedulikan lingkungan sekitarnya. Dilihat dari
sisi ini jelas aksi semacam ini merupakan aksi yang demikian egois.
Orang lain tidak akan pernah mendapatkan keuntungan apa pun dari
aksi-aksi semacam ini. Barangkali hanya orang/kelompok tersebutlah
yang memperoleh leuntungan. Setidaknya sebagai letupan pengumuman
akan eksistensinya.
Corat-coret
yang muncul di kota ini demikian meresahkan warga Yogya sehingga
tidak aneh kalau kemudian persoalan ini pun pernah diangkat sebagai
bahan pembicaraan oleh sebuah media di Yogyakarta. Ada banyak pendapat/saran
dalam forum itu yang pada akhirnya sampai sekarang pun belum bisa
katakanlah, menyembuhkan tangan-tangan iseng tersebut dari aksi
corat-coretnya. Berikut ini TeMBI menyajikan beberapa contoh foto
dari aksi corat-coret yang merebak di Yogyakarta.
Naskah:
Sartono Kusumaningrat
Foto:
Didit Priya Daladi
     
|