|
Yogya-mu
YOGYAKARTA
DAN KEINDAHAN BUNGA-BUNGA KERING
Hasil
dari sebuah tanaman dapat berwujud daun, tangkai, dahan, bunga,
buah, kulit, maupun akar daun. Apabila orang jeli memanfaatkan hasil-hasil
itu, maka keberadaan tanaman/benda yang berada di sekeliling manusia
dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin. Dengan kejelian, kemauan,
dan kreativitas benda-benda apa pun dapat diwujudkan menjadi sesuatu
yang indah dan bermafaat bagi kehidupan manusia.
Bantul,
sebuah kabupaten di Proponsi DIY, yang letaknya paling selatan dari
keseluruhan peta Propinsi DIY memiliki potensi besar pada penggunaan
benda-benda yang berasal katakanlah, limbah hasil panen. Bahkan
sampai dengan bunga rumput, jamur kayu, buah yang dianggap tidak
berguna pun bisa dimanfaatkan di wilayah ini. Salah satu hasil kerajinan
yang menonjol dari daerah Bantul ini adalah bunga kering. Uniknya
lagi bunga-bunga kering ini tidak lagi berarti bunga yang telah
kering atau dikeringkan dalam pengertian harafiah. Bunga-bunga itu
merupakan kreasi, sebuah bentukan dari tangan-tangan terampil dan
buah pikiran yang kreatif dari para perajin bunga di wilayah ini.
Oleh karena itu pula tidak aneh kalau kemudian muncul berbagai bentuk
bunga-bungaan yang demikian variatif. Variatif dari segi bentuk,
komposisi, warna, maupun bahan dasarnya.
Munculnya
kerajinan ini mendorong orang lain untuk berbuat yang sama sehingga
perajin bunga kering di wilayah ini berkembang pesat hingga ke luar
daerah. Sehingga bunga-bunga jenis ini sangat mudah didapatkan di
seluruh Yogyakarta. Bahan-bahan pun tidak lagi melulu berasal dari
tanaman yang dapat dikategorikan sebagai tanaman bunga, tetapi juga
dari tanaman buah bahkan rumput dan tanaman keras. Tidak aneh kalau
kemudian sabut kelapa, batok kelapa, buah nyamplung, kulit dan teras
buah mahoni, buah cemara, buah pandan liar, bunga-bunga rumput liar,
dan sebagainya dimanfaatkan untuk membuat kreasi bunga-bungaan yang
kaya variasi dan mengesankan keprimitifan. Polesan warna yang disentuhkan
pada kerajinan ini pun turut membangun imej orang tentang keindahan
rangkaian bunga sekalipun mereka tahu bahwa itu bunga yang dibuat
orang, bukan bunga asli.
Salah
satu sifat yang menonjol dari bunga kering buatan ini adalah pada
sisi keawetannya. Bunga kering ini mempunyai sifat lebih awet dan
tidak memerlukan perawatan yang relatif intensif dibandingkan dengan
bunga segar. Bunga kering tidak memerlukan siraman air. Ia akan
awet sampai berbulan-bulan bahkan tahunan asal orang yang memilikinya
mampu menjaga dari ngengat, debu, atau kerusakan fisik lain.
Berikut
ini TeMBI menyajikan hasil "hunting"-nya tentang bunga
kering yang tersebar, utamanya di wilayah Bantul. Silakan simak.
Barangkali dengan demikian, Anda akan tergugah untuk semakin mencintai
lingkungan.
Teks:
Sartono Kusumaningrat
Foto: Didit Priya Daladi
   
 
|