|
Yogya-mu
KREATIVITAS
DARI WILAYAH TERGERSANG
DI YOGYAKARTA
Kabupaten
Gunung Kidul merupakan wilayah paling tandus dibandingkan dengan
kabupaten-kabupaten lain di seluruh Daerah Istimewa Yogyakarta.
Struktur tanah di kabupaten ini hampir seluruhnya terdiri atas batu
kapur. Kondisi alam yang demikian ini mengakibatkan kebutuhan air
menjadi persoalan yang serius di wilayah ini. Akan tetapi di balik
itu, kandungan batu kapur di wilayah ini merupakan deposit yang
cukup menjanjikan untuk berbagai keperluan hidup. Salah satu hasil
tambang yang cukup menonjol dari wilayah ini adalah batu gamping/kapur.
Kandungan batu kapur/gamping yang besar dari wilayah ini telah banyak
diserap oleh wilayah lain untuk berbagai keperluan. Baik sebagai
salah satu bahan bangunan sampai pada penyediaan bahan untuk proses
pembuatan gula pasir.
Di samping menghasilkan batu gamping, daerah ini juga menghasilkan
batuan lain yang dapat difungsikan sebagai pengganti batu andesit
(misalnya untuk bahan pondasi, lantai, dan sebagai bahan untuk pengerasan
jalan). Pada sekitar tahun delapan puluhan kreativitas dan teknologi
pengolahan batu kapur kian berkembang di wilayah ini sehingga batu
kapur yang tidak bisa lagi diolah menjadi tepung gamping, diolah
menjadi salah satu benda kerajinan. Benda kerajinan dengan bahan
baku batu kapur ini ternyata lebih bernilai ekonomis dibandingkan
dengan batu yang hanya dijadikan sebagai bahan bangunan atau bahan
pengeras jalan semata.
Sejak saat itu kerajinan batu kapur yang kemudian dikenal juga dengan
nama kerajinan batu putih menjadi semakin berkembang di wilayah
ini. Kreativitas, teknologi, dan keterampilan telah membuahkan produk-produk
kerajinan yang berupa tiang, pot bunga, vas bunga, tempat lampu,
patung, relief, ubin, dan berbagai bentuk lain yang terbuat dari
batu putih ini. Produk kerajinan ini bernilai jual lebih tinggi
dibandingkan kalau hanya dijual sebagai batuan untuk material bangunan.
Harga dari produk kerajinan batu putih ini juga sangat variatif.
Semua tergantung paling tidak pada bentuk, ukuran, variasi ornamen,
dan tingkat-tingkat kekerasan bahan batuannya. Harga tersebut bisa
mulai dari bilangan ribuan hingga jutaan rupiah.
Maraknya penambangan batuan di wilayah Kabupaten Gunung Kidul ini
sebaiknya memang perlu dibuatkan peraturan hukumnya sehingga dengan
demikian kekayaan yang ada di sana dapat dimanfaatkan dengan baik,
efisien, tidak merusak lingkungan, dan dapat dinikmati oleh masyarakat
luas dalam waktu yang selama mungkin.
Naskah:
Sartono Kusumaningrat
Foto: Didit Priya Daladi
    
|