|
Yogya-mu
NAMA-NAMA
YANG BERBAU ASING DI YOGYAKARTA
Persoalan
penamaan sesuatu tidak pernah bisa dilepaskan dari urusan bahasa.
Penamaan sesuatu juga tidak pernah bisa dilepaskan dari unsur pembentukan
citra, cita-cita, identitas, dan publikasi. Seseorang dinamai Hartono
misalnya, paling tidak ia diharapkan akan menjadi orang yang mempunyai
harta alias berkecukupan dalam kehidupannya. Hal ini bisa dijelaskan
seperti berikut: Hartono terdiri atas dua unsur kata, yaitu harto
'harta' dan no yakni kependekan dari kata ono 'ada'. Hal ini juga
menjadi bukti bahwa penamaan sesuatu selalu mengandung makna tertentu.
Penamaan tempat usaha entah itu kios, warung, toko, hotel, lembaga,
dan sebagainya juga selalu mengandung makna/maksud tertentu seperti
yang telah disebut di atas. Hanya saja dengan semakin terbukanya
pergaulan antarbangsa, soal penamaan yang ada di Indonesia sering
terpengaruh oleh apa yang terdapat/biasa dilakukan pada bangsa lain.
Kita tidak asing dengan katakanlah, orang Jawa yang bernama Freddy,
Yusup, Iqbal, dan sebagainya. Nama-nama tersebut jelas bukan berasal
dari khasanah kebudayaan Jawa, tetapi nama-nama tersebut sudah sangat
lazim digunakan dalam kehidupan kebudayaan Jawa.
Agak berbeda dengan penamaan orang, nama lembaga, kios, warung,
toko, merk, dan sebagainya sering masih mengikuti pola-pola kebahasaan
asing sekalipun hal itu nama-nama itu digunakan di bumi Indonesia.
Hal seperti itu juga berlangsung di Kota Yogyakarta. Ada banyak
papan nama yang utuh berbahasa asing di Kota Gudeg ini sekalipun
pihak pemerintah pernah mengimbau untuk menyesuaikan persoalan kebahasaan
ini dengan bahasa setempat (Indonesia). Berikut ini TeMBI menyajikan
contoh-contoh papan nama yang masih setia menggunakan istilah kebahasaan
versi asing. Pada papan-papan nama itu terpampang kata-kata misalnya
Cantik Hotel (mestinya Hotel Cantik), Mulus Salon (mestinya Salon
Mulus), Jaya CD Center (mestinya Pusat CD Jaya), Fitness Center
(mestinya Pusat Kebugaran), dan sebagainya. Silakan simak dan merasa-rasakannya
di dalam hati.
Teks:
Sartono Kusumaningrat
Foto: Didit Priya Daladi
   

|