|
Yogya-mu
BATU
AKIK DI YOGYAKARTA
Batuan
yang mendapat predikat sebagai batu mulia merupakan batuan yang
tidak biasa. Tidak biasa dalam pengertian komposisi dan unsur kimiawinya,
kekerasannya, serta tidak biasa dalam hal nilai estetis, juga nilai
jualnya. Batu mulia dalam pandangan metafisika juga sering dianggap
memiliki unsur atau aura tertentu yang dapat menimbulkan kesejahteraan,
kesehatan, kewibawaan, penyembuhan, dan sebagainya. Entah oleh karena
sifat atau pandangan metafisika, entah oleh karena alasan estetika
batu mulia banyak diburu orang.
Berkali-kali
kota Yogyakarta menyelenggarakan pameran batu mulia di berbagai
tempat. Baik di hotel mewah, balai pertemuan, atau ruang pamer khusus.
Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat Yogyakarta cukup gemar menikmati
keberadaan batu mulia. Tidak aneh pula kalau fenomena ini memicu
kemunculan bisnis kerajinan batu mulia. Kita pun dapat menjumpai
berbagai toko atau kios yang khusus menjual batu mulia.
Dalam
skala yang lebih sederhana kita juga dapat menyaksikan deretan penjula
batu mulia dalam kios-kios yang terbuat dari papan dan tripleks
di sepanjang Jl. Panembahan Senopati. Penjual batu mulia yang dalam
masyarakat sering dikenal dengan satu istilah batu akik di Jl. Panembahan
Senopati ini sudah relatif mapan menempati tempat itu sejak puluhan
tahun yang lalu. Secara rutin mereka membuka kiosnya sejak sekitar
pukul 09.00-20.30 WIB.
Ada
banyak jenis batu akik yang dijual di kios-kios tersebut. Mulai
dari Yahman, Galih Kangkung, Galih Kelor, Galih Pring, Mata Kucing,
Kalimaya, Rubi, Kecubung, Badar Besi, dan sebagainya. Masing-masing
jenis memiliki keistimewaan warna. Kandungan warna di dalam batuan
tersebut sering begitu mempesonakan orang-orang yang menggemarinya.
Tidak aneh jika ada orang betah berjam-jam nongkrong di kios semacam
itu hanya untuk menikmati keindahan warna yang ditampilkan oleh
berbagai macam jenis batu akik ini. Tidak jarang pula ada orang-orang
tertentu yangdatang ke kios-kios semacam itu untuk memburu batu
mulia yang dipercayainya mampu memberikan aura atau tuah tertentu.
Batu
akik yang beredar di Yogyakarta ini menurut beberapa sumber berasal
dari Kalimantan, Pacitan, dan Ponjong. Bahkan ada juga yang berasal
dari Arab Saudi, Australia, dan sebagainya.
Berikut
ini Tembi menyajikan hasil bidikannya berkenaan dengan keberadaan
kios-kios batu mulia di Yogyakarta. Selamat menikmati.
Teks:
Sartono K
Foto: Didit PD.
   
|