Yogya-mu

AGROWISATA DLINGO BANTUL

Jika Kabupaten Sleman memiliki agrowisata yang tekanannya pada tanaman salak, Kabupaten Bantul pun memiliki hal serupa yang keletakannya berada di Mangunan, Dlingo, Bantul. Sekalipun keduanya bergerak dalam persoalan yang sama, namun kondisi keduanya jelas berbeda. Jika agrowisata Kabupaten Sleman terletak pada areal yang relatif cukup air, agrowisata di Mangunan, Dlingo, Bantul relatif sulit air.

Sekalipun demikian, apa yang dilakukan Pemkab Bantul itu merupakan upaya yang positif bagi pengembangan wilayahnya, khususnya wilayah Dlingo. Dlingo yang memiliki kontur tanah berbukit-bukit dan kandungan tanahnya sebagian besar tanah karst (kapur) jelas merupakan daerah yang tandus. Secara sepintas pun orang akan melihat bahwa sebagian besar kondisi tanah di Dlingo hampir sama atau bahkan sama dengan kondisi tanah di Gunung Kidul. Hal ini tidak mustahil mengingat jajaran perbukitan Dlingo memang menyatu dengan perbukitan di Gunung Kidul (Pegunungan Seribu). Barangkali hanya secara administrative saja keduanya dibedakan. Akan tetapi secara nyata kondisi alamnya sama.

Upaya penciptaan wisata agro bagi wilayah Dlingo tentu bukan perkara yang mudah, lebih-lebih dengan melihat kondisi alamnya yang demikian itu. Pada musim kemarau seperti bulan April-Oktober wilayah ini termasuk wilayah yang rawan air. Bagiamana mungkin wilayah yang demikian bisa diupayakan menjadi wilayah wisata agro. Sekalipun demikian, upaya keras untuk mewujudkan hal itu toh bisa berjalan sekalipun tampak tersendat-sendat.

Jalan untuk menuju lokasi wisata agro Dlingo ini sekarang sudah dapat dikatakan beraspal mulus. Jika pengunjung mengikuti Jalan Imogiri Timur sampai di Pasar Imogiri ke timur lantas berbelok ke kanan (selatan) lalu ke kiri (timur) menyusuri Perbukitan Dlingo, maka pengunjung akan melihat panorama alam yang demikian elok. Di atas perbukitan Dlingo pengunjung dapat melihat lembah dan puncak-puncak bukit lain dengan latar belakang langit membiru hingga menyentuh horizon. Tetumbuhan di kanan kiri jalan seakan menyambut kedatangan pengunjung dengan ucapan selamat datang.

Tampaknya keelokan panorama Dlingo ini memang akan dipadukan dengan hasil kebun buah yang sedang diupayakan itu. Jika hal seperti itu terwujud maka pengunjung wisata agro akan dapat menikmati segar dan lezatnya rasa buah-buahan yang baru saja dipetik sambil menikmati panormara alam nan elok di atas bukit.

Agrowisata atau kebun buah yang terletak di Mangunan, Dlingo, Bantul ini setidaknya telah memapu menghasilkan buah rambutan dan mangga. Sekalipun demikian, tanaman buah-buahan itu belum bisa berbuah secara optimal mengingat usianya yang masih muda dan kondisi tanahnya yang memang relatif kurang subur dan kurang air.

Pada kebun buah Dlingo ini paling tidak telah ditanam ratusan pohon buah-buahan di antaranya mangga, rambutan, jambu dersana, dan durian. Di samping itu juga ada tanaman-tanaman penyela seperti belinjo, pisang, dan pepaya.

Kelak, jika tanaman-tanaman itu bisa tumbuh besar dengan hasil yang melimpah tentu agrowisata yang diangankan itu akan banya memberikan manfaatnya. Bukan hanya soal hasil buahnya, namun juga masyarakat setempat pun boleh jadi akan kecipratan pekerjaan dan rejeki. Lahan yang dikenal tandus pun nantinya boleh berharap akan menjadi lahan yang subur dengan tanaman yang menghijau rimbun. Jangka panjangnya pun, lahan ini boleh jadi akan menjadi daerah tangkapan air yang cukup potensial di Dlingo.

Hal yang paling penting adalah tekad untuk tidak menyerah membangun wilayah ini menjadi wilayah hijau, subur, dan tentu saja makmur. Selamat datang di Kebun Buah Dlingo.

Foto dan Teks: Sartono K