Figur Wayang

Srikandi
Srikandi dalam bentuk wayang kulit buatan Kaligesing Purworejo,
koleksi Tembi Rumah Budaya. (Foto: Sartono)

Srikandi

Nama lengkapnya adalah Dewi Wara Srikandi. Ia adalah anak ke dua dari Prabu Durpada Raja Pancalaradya. Srikandi adalah wanita pemberani dan cekatan. ia sangat pandai memainkan panah. Kepandaiannya berolah senjata panah tersebut didapatkan dari Arjuna, dalam kisah Srikandi Ajar Manah.

Ketika dewasa Srikandi dilamar oleh Prabu Jungkung Mardeya raja dari Paranggubarja tetapi Srikandi menolaknya karena ia lebih mencintai Arjuna.

Arjuna pun jatuh cinta kepada Srikandi muridnya, dan kemudian melamar Srikandi. Walaupun Srikandi diam-diam telah jatuh cinta kepada Arjuna gurunya, ketika dilamar Srikandi tidak menerima begitu saja lamaran Arjuna, melainkan mengajukan dua syarat kepada Arjuna. Syarat yang pertama Arjuna harus bisa membangun taman Maerakaca. Syarat yang ke dua, Arjuna harus dapat mencarikan sosk wanita yang dapat mengalahkan dirinya.

Untuk memenuhi permintaan Srikandi Arjuna mengajukan isterinya yaitu Dewi Larasati. Dewi Larasati ini sangat mahir memainkan senjata panah karena sudah dilatih oleh Arjuna. Perhitungan Arjuna tepat, Larasati dapat mengalahkan Srikandi. Setelah kedua syarat tersebut dipenuhi Dewi Wara Srikandi bersedia menjadi isteri Arjuna.

Setelah bergabung dengan Pandawa dan resmi menjadi isteri Arjuna Srikandi menjadi salah satu senopati andalan negara Amarta. Ia mendapat tugas mengamankan seluruh penghuni kasatrian Madukara, tempat tinggal keluarga besar Arjuna.

Tetapi sayang, sebagai wanita Srikandi tidak menurunkan anak dari Arjuna.

Dalam perang Baratayuda Srikandi adalah satu-satunya senopati wanita dari pihak Pandawa. waktu itu ia melawan Senopati Hastinapura yang saktimandraguna yaitu Resi Bisma. Dalam perang tanding Srikandi berhasil mengalahkan Resi Bisma.

Herjaka HS