Kuliner

NASI GANDUL PERPADUAN GULE DAN SEMUR

Ini dia nasi gandul. Boleh jadi, orang jarang mendengarnya. Mungkin juga pernah mencoba menikmatinya. Atau, mungkin bertanya-tanya: apa itu nasi gandul? Di Yogya memang ada banyak pilihan menu, dari yang akrab khas Yogya seperti gudeg misalnya, atau sangat mudah dicari dan datang dari daerah lain, nasi padang contohnya.

Ini nasi tidak jauh berbeda dengan nasi lainnya. Lauknya juga bisa ditemukan pada menu-menu lain, misalnya soto. Ada beberapa pilihan nasi gandul yang spesifik, misalnya nasi gandul daging, nasi gandul paru, nasi gandul iso, nasi gandul babat dan nasi gandul spesial. Yang disebut terakhir ini, semua lauk yang spesifik disertakan.

Dari namanya, barangkali sudah bisa diduga, atau setidaknya orang sudah mengira-ngira, bahwa nasi gandul bukan khas dari Yogya. Meski ada di Yogya, namun datang dari tempat lain. Hal yang biasa untuk Yogya, beragam menu dari mana saja, ‘menyerbu ‘ Yogya dan orang menikmatinya. Nasi gandul hanyalah salah satu dari beragam menu lainnya.

Dari mana nasi gandul ini?

Meski masih masul tlatah Jawa, namun bukan dari Yogya dan sekitarnya. Melainkan dari Pati. Katanya sih, nasi gandul ini khas dari Pati. Di Yogya, nasi gandul ini menempati salah satu lokasi warung di jalan Profresor Herman Johanes, atau dari perempatan galleria ke utara. Dari sejumlah warung yang berjejer, salah satunya nasi gandul ini. Sudah empat tahun nasi gandul ‘nangkring’ di jalan Prof. Herman Johanes dan tidak mmebuka cabang, juga tidak ada pusatnya di Pati sana. Jadi, nasi gandul Yogya ini adalah satu-satunya nasi gandul khas Pati dengan rasa Yogya.

Nasi disajikan dengan piring yang diatasnya dikasih dauh pisang. Dan kuah yang rasanya manis campur gurih menyertainya. Pada nasi berkuah ini, terdapat telur pindang, daging sapi, iso, babat dan paru. Semua daging sudah digoreng bacem. Rasa gurih dan manis berbaur menjadi satu, sehingga rasa lezat menjerat lidah.

Kuahanya dari sayur apa?

Inilah yang khas dari nasi gandul. Kuah merupakan perpaduan antara gule dan semur. Dua perpaduan dari menu yang berbeda ini, masing-masing rasa menyatu dan tidak saling menghilangkan. Warna kuah merah agak kecoklatan, tetapi dua rasa dari dua jenis menu itu bisa ditemukan pada kuah nasi gandul. Maka, gurih dan manis, ada pada kuah nasi gandul ini.

Satu porsi sudah terasa kenyang dan harganya tidak mahal, Bahkan bisa dikatakan murah. Jenis nasi gandul special, cukup mengeluarkan uang Rp 11.000,- . Untuk nasi gandul biasa, pilihan apa saja, misalnya nasi gandul iso, cukup mengeluarkan uang Rp. 6.500,- ditambah dengan segala jenis minuman hangat dan dingin. Namun juice tidak ada.

Satu porsi nasi gandul hanya cukup untuk satu orang. Sebenarnya, terasa kurang saty porsi, namun untuk tambah menjadi dua porsi terasa banyak. Rasanya, agak pas, kalau satu setengah porsi.

Inilah nasi gandul, satu-satunya nasi yang memadukan antara gule dan semur pada kuahnya. Namun lauknya tetap dalam pola goreng-bacem.

Ons Untoro