Situs-Situs

PRAJA (KADIPATEN) PAKU ALAMAN (I)

Berdirinya Kerajaan Paku Alaman tidak lepas dari kemelut yang boleh dikatakan tidak pernah berhenti yang terjadi di Kerajaan Mataram yang kemudian pecah menjadi dua, Kasultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta (1755). Jatuhnya Sultan Hamengku Buwana II (Sultan Sepuh) pada tahun 1812 oleh serbuan tentara Inggris yang dipimpin oleh Jenderal Gillespie menyebabkan Pangeran Natakusuma diangkat sebagai Pangeran Miji atau pangeran yang merdeka. Seiring dengan pengangkatan itu Pangeran Natakusuma kemudian mendapatkan gelar Kanjeng Gusti Pangeran Harya Adipati Paku Alam I. Bersamaan dengan itu pula ia diberi tanah seluas 800 cacah yang diambil dari tanah-tanah Kasultanan Yogyakarta.

Perjanjian Inggris dengan Paku Alam I terjadi pada tanggal 17 Maret 1813. Perjanjian ini di antaranya mengatur dengan cermat struktur pemerintahan wilayah Kadipaten Paku Alaman. Tanggal ini pulalah yang kemudian ditetapkan sebagai tanggal berdirinya Praja Paku Alaman. Secara resmi Kadipaten Paku Alaman lepas dari campur tangan Kasultanan Yogyakarta. Dapat dikatakan bahwa wilayah ini merupakan wilayah yang dibentuk akibat peranan penjajah Inggris di bawah Letnan Gubernur Raffles yang ikut campur tangan urusan intern Keraton Kasultanan Yogyakarta.

Dengan wilayah bentukan ini diharapkan Inggris mampu mengawasi Kasultanan Yogyakarta serta kepentingan-kepenetingannya di Yogyakarta dapat terselenggara dengan baik. Dalam perkembangannya kadipaten ini justru menjadi wilayah yang menjadi pesaing bagi Kasultanan Yogyakarta. Oleh karena itu pada masa lalu sering timbul sentimen antara wilayah wetan ‘timur’ kali dan kulon ‘barat’ kali. Maklum kedua wilayah ini dipisahkan oleh Sungai Code. Sentimen itu kini telah lebur. Hal itu diawali dengan kesepakatan antara Sultan Hamengku Buwana IX dengan Adipati Paku Alam VIII yang secara bersama-sama menyatakan bahwa kedua wilayah yang dipimpinnya bersatu atau bergabung dengan negara yang baru dibentuk, Republik Indonesia. Sejak itu hubungan kedua pemimpin dan wilayah ini ibarat dua sisi mata uang, satu dalam dua wujud.

Penguasa pertama Praja Paku Alaman adalah Adipati Paku Alam I (1764-1829) yang memiliki nama lain Bendara Pangeran Arya Natakusuma. Pangeran ini adalah putra dari Sultan Hamengku Buwana I dengan istri yang bernama BRAy. Srenggara.

Penguasa-penguasa lain dari Praja Paku Alaman setelah Adipati Paku Alam I adalah Adipati Paku Alam II/ Kanjeng Raden Tumenggung Notodiningrat (1786-1858), Adipati Paku Alam III/ Gusti Pangeran Harya Sasraningrat (1827-1864), Adipati Paku Alam IV/ Raden Mas Nataningrat (1841-1878), Adipati Paku Alam V/ Kanjeng Pangeran Harya Suryadilaga (1833-1900), Adipati Paku Alam VI/Pangeran Aryo Notokusumo (1856-1902), Adipati Paku Alam VII/.Raden Mas Harya Surarjaningrat (1882-1937), Adipati Paku Alam VIII/Kanjeng Gusti Pangeran Adipati Arya Prabu Suryadilaga (1910-1995), Adipati Paku Alam IX.

(Bersambung)

Tim Tembi: Sartono, Herjaka, Didit PD.