Situs-Situs

MAKAM CINDELARAS,
BENARKAH ADA HUBUNGANNYA DENGAN KERAJAAN JENGGALA

Keletakan:

Makam GPH Cindelaras terletak di Dusun Gedongan Karangsari, Wedomartani, Ngemplak, Sleman. Keletakannya tidak begitu jauh dari Stadion Maguwoharjo, Sleman. Kurang lebih 500 meter arah timur laut stadion.

Data Fisik

Nisan makam GPH. Cindelaras berupa batu andesit dengan ukuran panjang kira-kira 135 sentimeter, lebar sekitar 50 sentimeter, tinggi hingga kepala jirat sekitar 65 sentimeter.

Nisan tersebut diberi pengaman berupa cungkup dengan ukuran panjang sekitar 2,5 meter, lebar 1,7 meter, dan tinggi sekitar 2 meter. Makam GPH. Cindelaras ini terletak di sisi utara barat dari kompleks makam di dusun tersebut.

Latar Belakang

Tokoh Cindelaras cukup terkenal dalam cerita panji. Dalam cerita tersebut disebutkan bahwa Cindelaras adalah putra dari seorang raja di Jenggala (Raja Putra) yang dibuang di tengah hutan bersama ibunya ketika ibunya sedang mengandungnya. Setelah remaja Cindelaras memiliki seekor ayam jago yang tidak pernah kalah dalam bertarung. Kedigdayaan ayam Cindelaras ini dipercaya berkat telurnya yang semula dieramkannya pada seekor naga. Dalam adu ayam ini akhirnya Cindelaras mendapatkan lawan ayam yang tangguh milik sang raja Jenggala yang tidak lain adalah ayahnya sendiri. Dalam adu ayam ini ayam jago raja Jenggala kalah. Akhirnya raja Jenggala pun tahu bahwa lawan adu ayamnya adalah anakya sendiri. Sejak itu pula Cindelaras bersama ibunya diboyong kembali ke istana dan hidup berbahagia.

Tidak pernah diketahui dengan pasti apakah makam Cindelaras di Gedongan ini sungguh-sungguh makam Cindelaras tokoh dalam cerita panji itu atau bukan. Hanya saja sebagian warga mempercayainya. Demikian tutur Atmorejo (80) selaku jurukunci setempat. Atmorejo sendiri tidak tahu dengan persis siapa sesungguhnya tokoh yang bernama Cindelaras dan dimakamkan di tempat itu. Ia hanya mewarisi pekerjaan sebagai jurukunci dari ayahnya. Tentang jati diri tokoh yang dimakamkan di tempat itu ia sendiri mengaku tidak tahu dengan pasti.

Tentang gelar KGP di tempat itu yang bisa diartikan sebagai Kanjeng Gusti Pangeran pun juga tidak diketahui oleh Atmorejo. Jika memang gelar kebangsawanan tersebut KGP, mestinya tokoh yang dimakamkan di tempat tersebut bukanlah Cindelaras seperti dalam legenda atau cerita rakyat Cindelaras yang bersettingkan Kerajaan Jenggala. Nama gelar ini lebih dekat pada tradisi Kerajaan Mataram Islam jauh setelag periode Jenggala-Panjalu atau bahkan jauh setelah periode Demak.

Lepas dari itu semua, di tempat ini pada masa lalu pernah muncul suatu kepercayaan bahwa ayam-ayam jago dari tempat ini akan sulit dikalahkan oleh ayam-ayam jago dari tempat lain. Lebih-lebih jika ayam jago tersebut berbulu jenis wiring kuning atau wido.

a sartono