Situs-Situs

ADIPATI JAYANINGRAT, WARANGKA DALEM KASUNANAN SURAKARTA YANG DIMAKAMKAN DI CANGKRINGAN SLEMAN

Keletakan:

Makam Adipati Jayaningrat terletak di Dusun Gadingan, Argamulya, Cangkringan, Sleman. Pejabat penting tersebut bernama Patih Jayaningrat. Makam ini terletak di sebelah timur Sungai Gendol pada jarak kurang lebi 200 meter.

Kondisi Fisik:

Makam Adipati Jayaningrat telah diberi cungkup dengan ukuran kurang lebih 25 m x 25 m. Cungkup merupakan bangunan yang terbuat dari tembok. Di dalam cungkup yang memiliki arah hadap ke selatan ini terdapat nisan Adipati Jayaningrat beserta nisan sebagai penanda kendaga (kotak) pusaka milik Adipati Jayaningrat.

Nisan Adipati Jayaningrat ini terbuat dari batu marmer berwarna putih keabu-abuan. Ukuran panjang batu nisan tersebut sekitar 2 meter, lebar sekitar 1meter, dan tinggi sekitar 1,5 meter. Sedangkan nisan kendaga pusaka terbuat dari tegel berwarna kuning gading dengan ukuran panjang sekitar 1 meter, lebar sekitar 40 Cm, dan tinggi sekitar 25 Cm.

Pada sisi kiri dari cungkup tersebut terdapat cungkup berukuran sekitar 5 m x 5 m yang di dalamnya berisi dua buah nisan. Nisan tersebut merupakan nisan dari kedua abdi setia Adipati Jayaningrat yang bernama Kyai dan Nyai Caranggading. Ukuran panjang nisan Kyai dan Nyai Caranggading relatif sama, kira-kira panjangnya 1,5 meter, lebar kira-kira 60 Cm, dan tinggi kira-kira 40 Cm. Kedua nisan ini terbuat dari pasangan batu bata berplester.

Latar Belakang:

Menurut sumber setempat yang bernama Dirjo Utomo (75), Adipati Jayaningrat adalah patih dari Sunan Paku Buwana II (1744-1749). Ia menjabat patih sampai dengan masa pemerintahan Sunan Paku Buwana III (1749-1788).

Pada masa pemerintahan Sunan Paku Buwana III ini terdapat salah seorang Demang Kentol Tamenggala yang menolak menyerahkan upeti kepada Sunan Paku Buwana III. Hal ini menimbulkan kemarahan di hati Sunan Paku Buwana III. Oleh karena itu ia mengutus Adipati Jayaningrat untuk menaklukkan Demang Kentol Tamenggala. Akhirnya keduanya terlibat peperangan. Dalam peperangan ini Demang Kentol Tamenggala berhasil dikalahkan oleh Adipati Jayaningrat.

Sumber setempat menceritakan bahwa Demang Kentol Tamenggala muksa bersama raga/jasadnya. Arwah dari Demang Kentol Tamenggala naik ke puncak Gunung Merapi. Dari atas puncak Gunung Merapi itulah Demang Kentol Tamenggala bersumpah bahwa arwahnya akan senantiasa mengirimkan jenang katul kepada Adipati Jayaningrat. Jenang katul yang dimaksudkan di sini bukan jenang dalam arti sesungguhnya melainkan lahar yang berasal dari perut Gunung Merapi. Oleh karena itu pula nisan atau makam Adipati Jayaningrat ini pernah hilang karena terkubur oleh lahar dingin dari Gunung Merapi.

Secara alamiah kompleks makam Adipati Jayaningrat ini memang rawan oleh terjangan lahar dingin mengingat keletakannya yang berada di sisi timur Sungai Gendol pada jarak sekitar 200 meter.

foto dan teks : sartono