Dokumentasi audio

Basio mBecak bagian 1
 
Basio mBecak bagian 2
 

Kami menanti komentar / saran Anda terhadap pemuatan dokumentasi audio ini di alamat email tembi@tembi.org


12 Maret 2010, Kabar Anyar
KONFERENSI BENCANA ALAM DI UGM Pendekatan terhadap persoalan bencana selama ini memiliki dua kegagalan mendasar. Pertama, kajian bencana banyak terjebak pada penelitian pasca bencana, sehingga melupakan kerentanan yang melekat secara historis dalam masyarakat.

12 Maret 2010, Pasinaon basa Jawa
KASUS BANK CENTURY Wis rong sasi luwih, masarakat Indonesia padha disuguhi tontonan sidhange para wakil rakyat ing DPR kang lagi nggunakake Hak Angket, ngrembug kasus Bank Century. Cekake, ana sing sarujuk, anggone pamarintah menehi dhuwit kang gunggunge 6,7 trilyun marang bank kasebut iku wis bener, kanthi alesan kanggo nyamletake donyaning perbankan lan ekonomi ing Indonesia.

12 Maret 2010, Figur Wayang
Nakula Sadewa Lahir Raja Pandhudewanata berwawancara dengan Resi Bisma, Yamawidura, Patih Kuruncana, Puntadewa, Sena dan Permadi. Sang raja minta petunjuk dan nasihat kepada Resi Bisma, bahwa Madrim ingin naik Lembu Andini kendaraan Batara Guru.

11 Maret 2010, Kabar Anyar
Memahami Gusti Allah Macapatan adalah karya sastra yang penyampaiannya dengan cara di tembangkan tanpa di iringi dengan musik gamelan. Ada beberapa jenis tembang macapatan yang antara lain adalah tembang macapat Pangkur, Dhandhanggula, Asmaradana, Kinanthi, Sinom, Pocung, maskumambang, Megatruh.

11 Maret 2010, Primbon
Selamatan Kandungan Rangkaian upacara panggih adalah merupakan puncak dari seluruh rangkaian acara perkawinan. Upacara panggih ini diakhiri dengan sungkeman kedua pengantin kepada orang tua, serta diteruskan sungkem kepada para sesepuh yang ngombyongi jalannya upacara dari awal hingga akhir.

11 Maret 2010, Situs
SENDANG SONO: LOURDES-NYA INDONESIA Wilayah Kalibawang merupakan daerah yang termasuk kekurangan air. Pada masa lalu sumber air lebih banyak disediakan oleh keberadaan sendang. Setidaknya dikenal tiga sendang di wilayah ini seperti Sendang Beji, Sendang Tuksanga, dan Sendang Semagung yang kemudian dikenal sebagai Sendang Sono.

10 Maret 2010, Kabar Anyar
"BAHASA GAUL REMAJA INDONESIA" PIDATO MENYAMBUT DIES NATALIS FIB UGM KE-64 Kehadiran bahasa “gaul” remaja Indonesia pada tahun-tahun terakhir ini sungguh boleh dipandang merupakan suatu kreativitas dari sekelompok anak-anak muda dalam sebuah generasi tertentu.

10 Maret 2010, Perpustakaan
Tayub. Pertunjukan & Ritus Kesuburan Tari tradisional sangat erat hubungannya dengan lingkungan di mana tarian itu lahir. Ia tidak mandiri, tetapi luluh lekat dengan adat setempat, pandangan hidup, tata masyarakat, kepercayaan dan lain-lain. Tarian sebagai bagian upacara adat biasanya memiliki bentuk yang tidak berubah sepanjang tradisi adat masih berlangsung.

10 Maret 2010, Yogya-mu
IKLAN-IKLAN LUCU, WAGU, NYLENEH DI JOGJA Di Jogja ada begitu banyak papan, spanduk, baliho, neon boks, poster, leaflet, selebaran lepas, dan lain-lain yang berisi iklan atau promosi. Jadi, tidak aneh jika kita berjalan di sepanjang ruas-ruas jalan di Jogja mata atau pandangan kita akan segera disergap oleh ribuan atau bahkan jutaan tulisan dan gambar yang berisi iklan atau promosi tersebut.

9 Maret 2010, Kabar Anyar
SEMINAR TATA RUANG DAN PARIWISATA Perlu antisipasi penataan ruang kawasan dan kota-kota yang cepat tumbuh pada koridor Yogyakarta, Solo, Semarang, Salatiga, Boyolali, Magelang, kawasan Borobudur, Prambanan dan kawasan sekitarnya. Serta perlunya penataan lingkungan kawasan-kawasan rawan bencana dan pengamanan kawasan potensial produksi pertanian.

9 Maret 2010, Bothekan
ORA NGERTI KENTHANG KIMPULE Pepatah Jawa ini secara harfiah berarti tidak tahu (mana) kentang (mana) talasnya. Kentang dan talas adalah dua jenis tumbuhan yang berbeda sekalipun sama-sama memiliki umbi yang tumbuh dan berkembang di dalam tanah. Karakter dan ciri-ciri fisik kedua tanaman ini juga berbeda, sekalipun sama-sama menghasilkan karbohidrat.

 

KONFERENSI BENCANA ALAM DI UGM (1)

Pendekatan terhadap persoalan bencana selama ini memiliki dua kegagalan mendasar. Pertama, kajian bencana banyak terjebak pada penelitian pasca bencana, sehingga melupakan kerentanan yang melekat secara historis dalam masyarakat. Kedua, rencana dan manajemen bencana sering menafikan karakteristik lokal, baik bahasa, kode maupun budaya setempat. Penyebabnya, pendekatan yang berkembang masih didominasi pendekatan modernis yang hanya membatasi pada kalangan ahli dan menutup akses keterlibatan masyarakat lokal.

Demikian disampaikan Abdul Malik dalam Konferensi Hibah Penelitian Interpretasi dan Respons atas Bencana Alam: Kajian Integratif Ilmu, Agama dan Budaya, di Sekolah Pascasarjana Universitas Gadjah Mada (UGM), 11/3/10.

Dalam makalah penelitiannya, Abdul Malik mengangkat persoalan perayaan Maulid Hijau di Desa Tegalrandu, Kecamatan Klakah, Kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Yang dimaksud dengan Maulid Hijau adalah peringatan kelahiran Nabi Muhammad yang disertai dengan penyadaran dan konservasi lingkungan hidup. Perayaan ini telah dilaksanakan sejak tahun 2006, dan terus berlangsung hingga kini.

Perayaan ini, papar Abdul Malik, berlangsung selama tiga hari. Pada hari pertama dimulai dengan acara penghijauan, yakni menanam pohon di sekitar danau Ranu Klakah, juga pada dua hari beikutnya. Hari kedua diisi dengan pentas budaya dan tradisi masyarakat, dari kesenian hingga tradisi sakral yang disebut dengan larung sesaji. Ritual larung sesaji merupakan tradisi turun-temurun sebagai bentuk syukur kepada Tuhan yang yang telah memberikan danau sebagai sumber kehidupan mereka. Hari ketiga diisi dengan pengajian dan ceramah agama.

Aktivitas Maulid Hijau memang sangat urgen jika melihat kerusakan lingkungan yang parah di Kabupaten Lumajajang. Abdul Malik menuturkan, Desa Tegalrandu merupakan kawasan wisata yang memiliki danau Ranu Klakah dan Gunung Lamongan yang indah. Namun akibat pembalakan liar sejak 1998, hutan seluas 3.000 hektar di Gunung Lamongan rusak. Sejumlah daerah di sekitarnya menjadi pelanggan banjir dan longsor. Akibat pembalakan tersebut, beberapa danau di kaki Gunung Lamongan sudah mulai kehilangan sumber mata air. Danau Ranu Klakah sendiri, yang semula memiliki sekitar 32 mata air kini hanya tinggal 4 mata air, dan terus mengalami pendangkalan. Maka bencana alam pun terus mengancam, baik berupa krisis air, kebakaran hutan di setiap musim kemarau, maupun banjir dan longsor.

Maulid Hijau telah membuahkan hasil. Menurut Abdul Malik, dorongan simbolik dari perayaan tersebut telah menyadarkan masyarakat tetang arti pentingnya alam semesta yang telah menyediakan kehidupan bagi mereka. Aksi menanam pohon di lereng Gunung Lamongan dilakukan setiap hari Minggu. Yang ditanam adalah pohon buah-buahan seperti mangga, rambutan dan durian, sebab kalau pohon jati dan mahoni khawatir akan ditebang. Selain memperkuat lereng, mereka juga mendapat manfaat ekonomi.

Selain penelitian Abdul Malik, terdapat 13 hasil penelitian yang seharusnya dipaparkan namun sejumlah pembicara berhalangan hadir. Hasil penelitian ini dibagi dalam empat sesi, yakni bencana dan lokalitas, pengalaman bencana, teologi kontekstual, dan konstruksi sosio-kultural bencana.

Konferensi ini diselenggarakan oleh Program Studi Agama dan Lintas Budaya, yang lebih dikenal dengan singkatan CRCS (Center for Religious and Cross-cultural Studies), Sekolah Pascasarjana UGM. Topik yang diangkat ini merupakan merupakan bagian dari proyek hibah penelitian kompetitif (competitive research grant projects) yang dimulai pada akhir tahun 2008, dan diadakan dalam dua periode. Penelitian ini melibatkan akademisi, peneliti dan aktivis LSM dari berbagai daerah di Indonesia. Para juri berasal dari UGM, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga, dan Universitas Kristen Duta Wacana.

barata

Untuk dapat melayani kebutuhan informasi pada Anda dengan lebih baik, segera daftarkan diri Anda pada kami lewat e-mail tembi@tembi.org dan Anda akan mendapatkan fasilitas mengakses informasi-informasi dengan lebih leluasa.

Terima kasih atas partisipasi Anda.

nb: jangan lupa sebutkan identitas diri Anda saat mendaftar pada kami, GRATIS!

buku tamu