|
4 Februari 2012, Denmas Bekel

4 Februari 2012, Jaringan Museum
MUSEUM
SEPULUH NOPEMBER SURABAYA (3): Surat Ultimatum Sekutu Tidak Digubris
Arek-Arek Surabaya
Setelah Anda membeli tiket, maka bisa langsung menuju ruang pamer bawah
yang berada di lantai dasar. Pengunjung harus berjalan menurun hingga
sampai akhirnya sampai ke ruang bawah I.
3 Februari 2012, Kabar Anyar
Landung
Membaca Esai untuk Bol Brutu
Kiranya orang sudah tahu, Landung Simatupang selalu piawai tampil di
panggung. Membaca puisi, cerpen, fragmen novel, monolog, bahkan
membacakan esai. Kemampuan Landung dalam memainkan banyak peran, tidak
lagi diragukan.
3 Februari 2012, Figur Wayang
Wisanggeni
Kisah kelahiran
Wisanggeni tidak seperti kisah-kisah kelahiran pada umumnya. Jika pada
umumnya kelahiran membawa sukacita, tidaklah demikian dengan kelahiran
Wisanggeni. Bayi merah yang menangis lucu, tidak ditimang dipangkuan ibu
untuk kemudian di beri asi, tetapi dimasukan di Kawah Candradimuka yang
panas membara.
2 Februari 2012, Kabar Anyar
Catatan
Singkat dari Peluncuran Buku "How Brutu Are You ?"
Minggu malam, 29 Januari 2012 sebuah kelompok yang menamakan diri Bol
Brutu (Gerombolan Pemburu Batu) mendiskusikan dan meluncurkan buku yang
diberi judul How Brutu Are You ?: Bol Brutu dan Situs-situs Candi
Hindu-Buddha.
2 Februari 2012, Primbon
Catatan Hari Baik
untuk Berpergian
Di dalam kitab Primbon Betaljemur Adammakna ada ditulis daftar hari yang
masuk kriteria hari jelek dan hari sangat jelek. Walaupun pada mulanya
semua hari diciptakan baik adanya, tetapi pada perjalanan waktu ada
beberapa hari yang statusnya berubah menjadi hari yang kurang baik.
2 Februari 2012, Situs
Petilasan
Gapura Manuk Beri Mergangsan Lor
Gapura Manuk Beri kuno di Kampung Mergangsan memang telah mengalami
penggusuran di masa lalu. Hal itu dilakukan karena gapura lama tersebut
keletakannya dirasa mengganggu karena memang terletak di tengah dang di
kampung tersebut.
1 Februari 2012, Kabar Anyar
SMA
De Britto Belajar Budaya di Tembi
Suasana lingkungan Tembi tiga hari lalu, Rabu hingga Jumat (25—27
Januari) sejak pagi hingga siang hari, tampak lebih hidup dibandingkan
hari-hari biasanya. Di Pendopo Yudanegaran, terdengar alunan musik
karawitan yang lumayan merdu.
1 Februari 2012, Perpustakaan
Maca
Titi Basa lan Carita. Bab III
Buku ini adalah buku yang pernah dipakai sebagai buku pelajaran di
Sekolah Rakjat. Dengan mempelajari buku ini diharapkan para siswa
menjadi pandai membaca tulisan Jawa dan Latin, pandai bercerita, serta
pandai menerapkan penggunaan bahasa Jawa.
1 Februari Yogjamu
Masangin
di Jogja, Apa Pula Itu ? Di Jogja ada satu atraksi wisata yang
cukup unik yang dinamakan Masangin (bukan masuk angina). Atraksi ini
digelar setiap hari di Alun-alun Selatan Keraton Yogyakarta yang populer
juga disebut sebagai Alkid. Perangkat untuk melakukan atraksi ini
tidaklah rumit.
31 Januari 2012, Kabar Anyar
Ekskursi
SMA de Britto di Tembi
Jarum jam sudah melewati
angka 12, menunjukkan pukul setengah satu. Tembang mijil masih terdengar
dilantunkan dari ruangan kelas yang biasa dipakai untuk belajar pranata
adicara. Melongok ke dalam, tampak enam remaja belia sedang serius
menembang dipandu Bapak Wahono, pengajar pranata adicara kawakan itu.
31 Januari 2012, Bothekan
DHALANG
ORA KURANG LAKON
Peribahasa Jawa di atas secara harfiah berarti dalang tidak ke-(kurang)-an
lakon. Lakon adalah unsur-unsur pernaskahan atau bahan baku dari cerita
(skenario) tentang apa yang akan dipentaskannya dalam pakeliran.
31 Januari 2012, Ensiklopedi
Balapan
Theklek
Jika peralatan untuk lomba sudah ada, maka untuk persiapan lomba balapan
theklek tinggal mengatur tempat. Biasanya tempat lomba balapan dibuat
lajur-lajur sesuai dengan jumlah kelompok yang berlomba.
30 Januari 2012, Kabar Anyar
Perbedaan
Sastra Anak di Dua Negara
Seringkali kita mendengar cerita anak, atau juga kerap membaca cerita
anak yang sudah dibukukan, atau yang dimuat di majalah anak, atau koran
harian yang setiap minggunya ada rubrik untuk anak-anak.
30 Januari 2012, Makan yuk..!
Nasi
Uduk Dongkelan
Siang hari, di jalan Bantul dari perempatan ring road sampai pusat kota
Bantul, lalu lintas tidak sepi, Bahkan cenderung padat, meski tidak
membuat macet, Karena lintas kendaraan lalu lalang dalam jarak pendek.
28 Januari 2012, Kabar Anyar
Ciri
dan Watak Manusia
Kitab Centhini oleh kebanyakan orang disebut sebagai ensiklopedi
kebudayaan Jawa, karena di dalam kitab Centhini yang terdiri dari 12
jilid, memuat bermacam-macam pengetahuan yang antara lain adalah
“wirasating watake manungsa,” maksudnya adalah tanda atau ciri-ciri
watak manusia berdasarkan “weton”atau hari dan pasaran kelahiran.
28 Januari 2012, Denmas Bekel

27 Januari 2012, Kabar Anyar
PELUNCURAN
ALBUM "MUSIK TRADISI BARU 2011": CATATAN SEJARAH KEHIDUPAN MUSIK DI
INDONESIA
Sebuah album musik yang diberi tema “Musik Tradisi Baru 2011” baru saja
diluncurkan di Pendapa Tembi Rumah Budaya, Jl. Parangtritis KM 8,4
Bantul pada tanggal 20 Januari 2012.
27 Januari 2012, Pasinaon basa Jawa
Kereme
Kapal Pesiar "Costa Corcordia" Musibah kereme kapal pesiar
kang dumadi rikala dina Jemuwah (13/1/2012) kepungkur ing Pante Pulo
Giglio, Italia ngelingake maneh marang awake dhewe ngenani musibah kang
padha tumrap kapal pesiar Titanic kang kerem ing Laut Atlantik, meh 100
taun kepungkur.
|
|
Landung Membaca Esai untuk Bol Brutu
Kiranya
orang sudah tahu, Landung Simatupang selalu piawai tampil di panggung. Membaca
puisi, cerpen, fragmen novel, monolog, bahkan membacakan esai. Kemampuan Landung
dalam memainkan banyak peran, tidak lagi diragukan. Terlalu sering Landung
pentas, dan tidak hanya di Yogya, orang terhenyak melihat penampilannya. Yang
mengagumkan, pentas di mana saja, atau hanya sekedar untuk orang terbatas,
Landung selalu tampil sungguh2. Penuh pesona.
Pada lanching buku
‘How Brutu Are You’ Minggu malam (29/1) lalu di Sangkring, Nitiprayan, Landung
tampil membuka acara dengan membaca satu esai yang berjudul ‘The Enchantment of
Bol Brutu, The Bol Brutu of Enchantment’ yang ditulis oleh Krisbudiman.
“Cuk, telah ratusan
situs dan candi kita datangi’ Landung mengawali membaca esai dari kalimat
pertama.
Dikiranya, Landung
sedang memanggil ‘Cuk’ nama salah seorang dari brutuis –sebutan anggkota
komunitas B ol
Brutu--, yang bersangkutan mendekat ke Landung, dan terbengong, serta tidak
menjawab berapa jumlah situs telah didatangi. Landung merespon ‘kebingungan Cuk’
dengan memandangnya, dan akhirnya ia berkata: ‘Itu tadi kalimat pertama dari
tulisan Kris Budiman yang bisa dibaca di halaman 53. Landung tersenyum pada Cuk,
dan hadirin yang hadir tertawa lepas. Kemudian Landung melanjutkan membaca esai
itu:
“Andaikata
petilasan-petilasan dan makam-makam kuno, masjid-masjid, dan klenteng-klenteng
tua, gereja-gereja dan bangunan kolonial lain, serta situs-situs prasejarah ikut
kita hitung, telah berapa banyak seluruhnya? Aku belum pernah mencoba
menghitungnya. Yang kutahu, kita telah belajar banyak dari perjalanan-perjalanan
itu. Serangkaian proses melek budaya (cultural literacy) yang boleh dibilang
kita mulai dari nol sama sekali. Aku masih ingat beberapa kenaifan kita: rancu
dalam mengidentifikasi candi Hindu dan Budha; tak bisa membedakan ratna dan
stupa, klenteng dan vihara, batu andesit dan batu putih, bahkan tidak tahu siapa
Gana, maskot gerombolan kita itu.
Pengetahuan
tersebut tampaknya tak akan terpancar positif seandainya perjalanan-perjalanan
tersebut tidak memukau, tidak mempesona kita”.
Esai karya Krisbudiman
menjadi terasa hidup dibacakan Landung. Bahkan terasa bukan sebagai esai,
melainkan cerpen. Apalagi esainya ditulis dengan gaya bertutur, sehingga setiap
kata diucapkan oleh Landung, kita seperti sedang mendengarkan ‘cerita’ mengenai
sejarah masa lampau.
Kita tahu, Landung
Simatupang memang piawai membaca teks, dan malam itu, Bol Brutu, pada acara
launching buku, menjadi terasa istimewa karena penampilan aktor handal, Landung
Simatupang. Krisbudiman kelihatan sekali ‘menikmati’ penampilan Landung, dan
barangkali ‘kaget’ karena esainya menjadi begitu ‘hidup’ disuarakan Landung
Simatupang.
Berbahagialah Kris.
Berbahagilah Bol Brutu: Gerombolan pemburu batu.
Ons Untoro
Foto2 diambil dari
tag facebook Cuk |