Primbon
Watak seseorang terbentuk dari beberapa faktor, salah satunya adalah faktor bawaan, yaitu watak yang dibawa sejak bayi itu lahir. Watak bawaan ini banyak dipengaruhi berdasarkan hari kelahiran (Minggu, Senin, Selasa, Rabu, Kamis, Jumat, Sabtu) dan pasaran kelahiran (Pon, Wage, Kliwon, Legi, Paing). Melalui hari kelahiran dan pasaran kelahiran tersebut akan dikenali Wuku dan dari Wuku itulah akan dikenali karakter dan watak dasar seseorang.
Ada 30 wuku yang masing-masing wuku mempunyai watak dan karakternya sendiri-sendiri. Setiap wuku umurnya satu minggu. Sehingga keseluruhan wuku mempunyai siklus waktu 1 minggu x 30 = 30 minggu atau 210 hari. Pengetahuan tentang wuku disebut pawukon.
Berdasarkan “Ilmu Pawukon,” bayi yang lahir pada kurun waktu satu minggu ke depan yang dihitung mulai dari hari Sabtu 9 April 2011 jam 18.00 (Minggu Pon) sampai dengan hari Sabtu 16 April 2011 jam 18.00 (Sabtu Wage) masuk dalam wuku Dukut, wuku yang berada pada urutan nomor duapuluh sembilan.
Nama Dukut diambil dari nama anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta nomor dua puluh tujuh. Raden Dukut ini anak bungsu, dan satu-satunya anak yang tidak mempunyai saudara kembar.

karya herjaka HS
Penggambaran Wuku Dukut adalah sebagai
berikut:
Raden Dukut (kiri) menghadap Batara Baruna
Gambar Gedong di belakang menggambarkan harta benda yang melimpah
Pohonnya adalah Pandan Wangi, senang di kesunyian
Burungnya adalah burung Ayam Alas dimanjakan oleh orang besar
Perwatakan dan sikap Wuku Dukut adalah sebagai berikut :
Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (memakai kukusan). Lauknya daging ayam mulus dimasak santan dan disertai doa keselamatan.
Selain itu, selama 7 hari waktu berlangsungnya siklus wuku Dukut yang saat ini jatuh pada hari Sabtu 9 April 2011 jam 18.00 (Minggu Pon) sampai dengan hari Sabtu 16 April 2011 jam 18.00 (Sabtu Wage) yang bersangkutan tidak boleh pergi atau dibawa pergi ke arah Barat Laut, karena tempat bersemayamnya bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala berada Barat Laut.
herjaka HS