Primbon

Serial Primbon 150
WUKU MAKTAL
Watak Dasar Bayi
yang lahir pada 12 Pebruari 2011 sampai dengan 19 Pebruari 2011

Watak seseorang terbentuk oleh beberapa faktor. Salah satunya adalah faktor bawaan, yang dibawa sejak bayi itu lahir. Selain berdasarkan hari kelahiran dan pasaran kelahiran, watak bawaan seorang bayi dapat dikenali berdasarkan wukunya.

Ada 30 wuku yang masing-masing wuku mempunyai wataknya sendiri-sendiri. Setiap wuku berumur satu minggu. Sehingga keseluruhan wuku mempunyai siklus waktu 1 minggu x 30 = 30 minggu atau 210 hari. Pengetahuan tentang wuku disebut pawukon.

Berdasarkan perhitungan bulan, bayi yang lahir pada kurun waktu satu minggu ke depan yang dihitung mulai dari hari Sabtu 12 Pebruari 2011 jam 6 sore, sampai dengan hari Sabtu 19 Pebruari 2011, jam 6 sore, masuk dalam wuku Maktal, wuku yang berada pada urutan nomor duapuluh satu. Nama wuku Maktal nama anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta yang nomor sembilan belas yang bernama Maktal. Raden Maktal ini mempunyai saudara kembar bernama Raden Wuye.


karya herjaka HS

Penggambaran Wuku Maktal adalah sebagai berikut:
Raden Maktal (kiri) menghadap Batara Sakri yang menjadi Dewa pengayomannya.
Dewa Sakri adalah Dewa yang setya akan kesanggupannya. Teguh kehendaknya.
Pohonnya adalah Pohon Nogosari, menggambarkan kebaikan rupa dan hatinya. Harum suaranya dan enak didengar, serta dihargai pengabdiannya.
Burungnya adalah burung Ayam Alas, budinya cerdas dan tangkas, dan menjadi perhatian atasannya.
Ada gambar Gedhong yang berjajar dengan umbul-umbul, artinya keberhasilannya datang bersama antara kedudukan dan harta bendanya.

Untuk mencegah agar terhindar dari bencana perlu mengadakan slametan dengan menanak dengan cara didang dengan perbandingan air agak banyak, agar nasinya lembek. Kemudian diberi lauk ikan ayam dimasak lembaran dan pindang bebek, disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan, setiap datangnya siklus waktu wuku Maktal (210 hari sekali) yang berlangsung selama 7 hari yang saat ini berlangsung mulai 12 Pebruari sampai dengan 19 Pebruari 2011, yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Tenggara, karena tempat bersemayam bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala ada di Tenggara.

herjaka HS