Primbon

Kandungan berusia sembilan bulan,
saatnya untu melahirkan (karya Herjaka HS)
Serial Primbon 106
Selamatan Kandungan (2)
Selamatan kandungan merupakan upaya untuk
menjaga dan memelihara pertumbuhan janin dalam dalam kandungan,
mulai dari satu bulan hingga sembilan bulan. Cara yang dianggap
praktis dan dapat dimengerti oleh semua orang, yang pada waktu itu
sebagian besar masih buta huruf, adalah dengan membuat ubarampe
sesaji.
Kandungan usia satu bulan ubarampenya adalah
:
Bubur sungsum, yaitu bubur putih dari tepung
beras diberi juruh dari gula kelapa merah. Bubur putih adalah simbol
air dan juruh merah adalah simbol darah. Janin dalam kandungan pada
usia satu bulan masih berupa air dan darah.
Kandungan usia dua bulan ubarampenya adalah
:
- Tumpeng Megana, yaitu nasi putih yang
dibentuk kerucut, dililiti kacang panjang dari bawah
melingkar-lingkar sampai atas dan di atasnya diberi bawang merah
dan cabai merah panjang. Nasi kerucut yang dinamakan tumpeng
tersebut. dikelilingi aneka sayuran yang sudah direbus ; bayam,
kobis, kecambah, wortel dan buncis, serta lauk-pauk; tempe, teri,
telur, dan bumbu gudangan yang dibuat dari parutan kelapa diberi
bumbu dapur dan dikukus. Bumbu dan lauk-pauk tersebut cukup
diletakan di atas sayuran dibeberapa tempat, tidak dicampur.
Makna Tumpeng Megana: Megana dari kata gana atau gatra yang
artinya wujud. Seperti janin yang ada dalam kandungan, dari yang
belum ada menjadi ada, dari yang belum berujud menjadi berujud.
Rangkaian Tumpeng Megana yang dikelilingi sayuran, bumbu dan
lauk-paulnya merupakan manifestasi dari pengadukan samodra dalam
upaya mencari tirta amerta atau air hidup abadi. Dikarenakan
Tirta Amerta berada didasar samodra, maka untuk mengambilnya
laut perlu diaduk agar Tirta Amerta naik ke permukaan. Yang
dipakai mengaduk adalah gunung Mandara atau ada yang menyebut
Gunung Meru, digambarkan nasi putih dibentuk kerucut. Bawang
merah dan cabai merah panjang menggambarkan api yang keluar dari
kawah gunung Mandara. Kacang panjang menggambarkan Dewa Naga
Basuki yang sedang melilit dan memutar gunung untuk mengaduk
samodra. Aneka sayuran, lauk pauk dan bumbu gudangan adalah isi
bawah laut. Tumpeng Megana menyimbolkan proses awal pengadukan.
Kondisi isi laut belum teraduk dan tercampur, yang digambarkan
antara aneka sayuran, lauk pauk dan bumbu gudangan masih
sendiri-sendiri. Karena masih awal pengadukan tirta amerta belum
di dapatkan.
- Bubur merah (bubur beras yang diberi
gula jawa)
- Bubur putih (bubur beras yang diberi
santan)
- Kombinasi bubur merah dan bubur putih.
Posisi bubur merah dan putih dapat ditumpangkan atau dijajarkan.
- jenang baro-baro: yaitu bubur putih
diberi parutan kelapa dan rautan gula merah (gula jawa)
- Pipis kenthel yaitu tepung beras diberi
garam dan santan diberi rautan gula jawa, dibungkus daun pisan
terus di kukus.
Ubarampe no. 2 sampai dengan no. 6, bahan utama yang dipakai
adalah dua macam, yaitu tepung beras yang berwarna putih dan
gula Jawa yang warnannya merah. Warna putih sebagai simbolisasi
benihnya Bapak yaitu sperma, dalam bahasa jawa kuno disebut
Sukra. Warna merah sebagai simbolisasi dari sel telur Ibu, dalam
bahasa Jawa kuno disebut swanita. Bersatunya benihnya Bapak
dengan benihnya ibu digambarkan dengan bubur kombinasi merah dan
putih, akan menumbuhkan ciptaan baru, digambarkan dengan parutan
kelapan dan rautan gula jawa pada jenang Baro-baro, yang ujudnya
seperti jentik-jentik kehidupan.
- Aneka macam jajan pasar menggambarkan
aneka warna kehidupan di dunia ini.
Kandungan usia tiga bulan; selamatannya sama
seperti waktu kandungan berusia dua bulan
Kandungan usia empat bulan, selamatannya:
- sega punar yaitu nasi diberi kunir
sehingga warnanya kuning dan diberi asem. Lauknya daging kerbau
dan aneka macam jerohan dan bagian mata dan sambal goreng,
- apem tepung beras diberi gula jawa dan
ragi 3. aneka ketupat : kupat sinta, kupat luwar, kupat sida
lungguh dan kupat jago.
Sega punar atau nasi kuning melambangkan
tirta amerta atau air kehidupan abadi. Oleh karena hidup abadi, sega
punar juga dimaksudkan sebagai tolak balak, atau menghindarkan dari
aneka macam bahaya yang akan mengancam keselamatan. Apem yang dibuat
dari tepung beras warna putih dan gulajawa warna merah adalah
menggambarkan benihnya Bapak dan Ibu. Kupat yang dibuat dari nasi
dibungkus janur, menggambarkan bersatunya antara badan raga (nasi)
dan Nur cahaya Illahi atau Roh Tuhan (janur atau daun kelapa muda)
Kandungan usia lima bulan selamatannya:
- nasi dan sayuran
- Uler-uleran yang dibuat dari tepung
beras dikukus, dibentuk seperti uler atau ulat dengan diberi
pewarna makanan merah hijau kuning dan hitam.
- Ketan mancawarna yaitu beras ketan
dibentuk bulatan-bulatan sebanyak lima buah, yang masing-masing
diberi warna berbeda putih, hitam, merah, kuning dan hijau.
Uler-uleran dan ketan yang diberi warna lima macam merupakan
simbolisasi dari sedulur papat lima pancer. Keempat saudara
tersebut adalah: Aluamah warnanya hitam, Amarah warnanya merah,
Supiyah warnanya kuning dan mudmainah warnanya putih. Dan pancer
yaitu diri pribadi warnanya dapat hijau atau orange, atau ungu,
biru, karena tiap pribadi manusia berbeda-beda.
Selamatan lima bulan ini biasanya sudah
memberi tahu kepada para kerabat dan saudara untuk memohon doa restu
keselamatan serta menghaturkan makanan yang ditempatkan pada takir
ponthang yang dibuat dari daun pisang dirangkapi janur kuning dengan
lima macam jarum. Takir tersebut dilambari dengan tebok atau baki
dari belabak atau dari tanah liat. Isi takir adalah nasih putih dan
sega punar atau nasi kuning serta lauknya
Kandungan usia enam bulan, selamatannya:
Apem kocor atau srabi, dibuat dari tepung
beras diberi santan dan dicolok ragi. Memakannya dibarengi dengan
juruh Gula Jawa. Maknanya: srabi putih benihnya Bapak dan juruh
merah adalah benihnya Ibu.
Kandungan usia tujuh bulan disebut Tingkep.
Selamatannya paling lengkap. Mulai dari selamatan satu bulan sampai
selamatan sembilan bulan. Untuk tingkepan ini akan diuraikan
tersendiri.
Kandungan usia delapan bulan selamatannaya:
Srabi dan klepon menggambarkan telur bulus
atau penyu yang sudah mau menetas
Kandungan usia sembilan bulan selamatannya:
jenang procot, yang dibuat dari bubur beras
diberi gula dan santan, jika sudah setengah matang diberi pisang
kapok utuh yang sudah dikupas. Setelah matang di tempatkan pada
takir. Maknanya mengharapkan agar bayi yang dikandung lahir dengan
mudah, (mak procot)
Jika sudah sampai usia kelahiran yaitu
sembilan bulan sepuluh hari, diselamati dengan dawet plencing.
Menjual dawet untuk anak-anak, uangnya dari kreweng, wingka atau
cuwilan gerabah. Dinamakan plencing karena setelah diminum habis
terus si bocah plencing lari meninggalkan tempat tersebut. Maknanya
agar si bayi ‘plencing’ segera meninggalkan rahim Ibu. Dawet dibuat
dari santan putih, menggambarkan Sperma atau Sukra benihnya Bapak.
Juruh gula merah menggambarkan sel telur atau swanita, benihnya Ibu.
Cendol bentuknya seperti jentik-jentik kehidupan. Makna pengadaan
dawet adalah, ketika benihnya bapak sudah dicampur dengan benihnya
Ibu (santan dan juruh) maka akan membentuk jentik-jentik kehidupan (cendol).
herjaka HS