Primbon
Pawukon ke-29
Wuku Dukut
Serial Primbon (44)
disusun kembali oleh : Herjaka HS
Nama wuku Dukut diambil dari nama anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta nomor dua puluh tujuh. Raden Dukut adalah satu-satunya anak yang lahir tanpa saudara kembar.

karya herjaka HS
Penggambaran Wuku Dukut adalah sebagai
berikut:
Raden Dukut (kiri) menghadap Batara Baruna
Gambar Gedong di belakang menggambarkan hemat dan kaya-raya
Pohonnya adalah Pandan Wangi, senang di kesunyian
Burungnya adalah burung Ayam Alas dimanjakan oleh orang besar
Perwatakan dan sikap Wuku Dukut adalah sebagai berikut :
Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (memakai kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya daging ayam mulus dimasak santan dan disertai doa keselamatan. Selain itu, selama 7 hari setelah slametan, yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Barat Laut, karena tempat bersemayamnya bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala berada Barat Laut.