Primbon
Pawukon ke-26
Wuku Wugu
Serial Primbon (41)
disusun kembali oleh : Herjaka HS
Nama wuku Wugu diambil dari nama anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta nomor dua puluh empat. Raden Wugu ini adalah adik dari saudara kembarnya yang bernama Raden Bala.

karya herjaka HS
Penggambaran Wuku Wugu adalah sebagai
berikut:
Raden Wugu (kiri) menghadap Batara Singajalma
Gedongnya ada di belakang dan tertutup menggambarkan watak yang
kikir
Pohonnya adalah Pohon Wuni, yang sedang berbuah. Semua orang yang
melihat akan kepingin untuk memetik buah ilmunya.
Burungnya adalah burung Kepodang, besar kecemburuannya
Perwatakan dan sikap Wuku Wugu adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Singajalma yaitu:
Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat nasi pulen (lemes dan lunak) dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya sepasang itik putih dimasak lembaran ditambah dang jadah dan aneka jajan pasar, disertai doa keselamatan.
Selain itu, selama 7 hari setelah slametan, yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Selatan, karena tempat bersemayamnya bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala berada di Selatan.