Primbon

Pawukon ke-25
Wuku Bala
Serial Primbon (40)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Nama wuku Bala diambil dari nama anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta nomor dua puluh tiga. Raden Bala ini mempunyai saudara kembar yang bernama Raden Wugu.


karya herjaka HS

Penggambaran Wuku Bala adalah sebagai berikut:
Raden Bala (kiri) menghadap Batari Durga.
Gedongnya ada di depan menggambarkan senang memamerkan harta bendanya.
Pohonnya adalah Pohon Cemara, tidak dapat untuk perlindungan.
Burungnya adalah burung Ayam-alas, wanter (berani) budinya.

Perwatakan dan sikap Wuku Bala adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batari Durga yaitu:

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya ayam panggang ireng mulus, dan aneka sayuran 7 macam, disertai doa keselamatan.

Selain itu, selama 7 hari setelah slametan, yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah barat, karena tempat bersemayamnya bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala berada di Barat.