Primbon

Pawukon ke-24
Wuku Prangbakat
Serial Primbon (39)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Wuku Prangbakat mengambil nama anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta nomor dua puluh dua. Raden Prangbakat ini saudara kembar dari Raden Manahil.


karya herjaka HS

Penggambaran Wuku Prangbakat adalah sebagai berikut:
Raden Prangbakat (kiri) menghadap Batara Bisma.
Kaki Batara Bisma yang sedang dicelupkan di bokor air melambangkan panjang umur dan rejekinya tak berkesudahan.
Pohonnya adalah Pohon Tirisan.
Burungnya adalah burung Urang-urangan.

Perwatakan dan sikap Wuku Prangbakat adalah sesuai dengan penggambaran watak dari Batara Bisma yaitu:

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya sate sapi dengan bumbu rempah-rempah serba manis dan aneka sayuran disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh memanjat atau melakukan perjalanan di jalan yang menurun, karena tempat bersemayamnya bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala ada di bawah.