Primbon
Pawukon ke-21
Wuku Maktal
Serial Primbon (36)
disusun kembali oleh : Herjaka HS
Wuku Maktal mengambil nama anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta nomor sembilan belas. Raden Maktal ini mempunyai saudara kembar bernama Raden Wuye.

karya herjaka HS
Penggambaran Wuku Maktal adalah sebagai
berikut:
Raden Maktal (kiri) menghadap Batara Sakri yang menjadi Dewa
pengayomannya.
Dewa Sakri adalah Dewa yang setya akan kesanggupannya. Kencang
kehendaknya.
Pohonnya adalah Pohon Nogosari, menggambarkan kebaikan rupa dan
hatinya, harum suaranya dan enak didengar, serta dihargai
pengabdiannya.
Burungnya adalah burung Ayam Alas, budinya cerdas dan tangkas,
menjadi perhatian atasannya.
Ada gambar Gedhong yang berjajar dengan umbul-umbul, artinya
keberhasilannya datang bersama antara kedudukan dan harta bendanya.
Untuk mencegah agar terhindar dari bencana perlu mengadakan slametan dengan menyediakan beras sepitrah (3,5 Kg). Beras tersebut dimasak dengan cara didang dengan perbandingan air agak banyak, agar nasinya lembek. Kemudian diberi lauk ikan ayam dimasak lembaran dan pindang bebek, disertai doa keselamatan.
Selain itu, setelah slametan, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Tenggara, karena tempat bersemayam bencana yang digambarkan sebagai Batara Kala ada di Tenggara.