Primbon

Pawukon ke-14
Wuku Mandasiya
Serial Primbon (29)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Wuku Mandasiya mengambil nama dari anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta. Raden Mandasiya adalah saudara kembar dari Raden Langkir, dan terhitung anak nomor dua belas


Penggambaran Wuku Mandasiya:
Raden Mandasiya (kiri) menghadap Batara Brahma
Pohon Asem menggambarkan dapat untuk berteduh dan berlindung
Burung Pelatuk Bawang menggambakan watak yang mempunyai pendirian yang kuat dan tidak sabaran.
Gedhong ada di depan menggambarkan bahwa hemat atas rejeki yang diperoleh
(karya herjaka HS)

Ciri-ciri wuku Mandasiya adalah sebagai berikut :

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat sega abang (nasi merah) sapitrah (3,5 kg) diliwet/dimasak dengan cara di-dang (memakai kukusan), lauknya daging ayam merah dan bayam merah, kembang setaman dan uang receh disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh memanjat, karena letak Kala ada di atas.