Primbon

Pawukon ke-13
Wuku Langkir
Serial Primbon (28)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Wuku Langkir mengambil nama dari anak Prabu Watugunung dan Dewi Sinta. nomor sebelas.


Raden Langkir (kiri) menghadap Batara Kala
Pohonnya adalah pohon Cemara dan Kayu Ingas
burungnya adalah burung Gemak atau burung Puyuh
(karya herjaka HS)

Ciri-ciri wuku Langkir adalah sebagai berikut :

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat Nasi Gurih sapitrah (3,5 kg) dengan cara diliwet/dimasak dengan cara di-dang (memakai kukusan), lauknya daging kambing dimasak lembaran, serta ikan air tawar dan gudangan mentah disertai doa keselamatan.

Selain itu, setelah slametan selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh pergi ke arah Tenggara, karena letak Kala berada di Barat Laut.