Primbon

Pawukon ke-10
Wuku Sungsang
Serial Primbon (25)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Wuku Sungsang mengambil nama dari anak nomor delapan Prabu Watugunung dan Dewi Sinta. Namun jika yang dihitung masa kandungan Dewi Sinta, Sungsang lahir dari masa kandungan yang keempat. Ia adalah adik kembar dari Raden Julungwangi.


Raden Sungsang (kiri) menghadap Batara Gana,
Dewa berkepala Gajah, dengan menyanding gedong terguling.
Burung adalah burung Nori yang terbang diatas pohon Tangan.
(karya herjaka HS)

Ciri-ciri wuku Sungsang adalah sebagai berikut :

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Sebanyak sapitrah (3,5 kg) Lauknya daging ayam dan daging bebek, boleh dimasak apa saja (bebas) dan sayuran 9 macam digudang, disertai doa keselamatan.

Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh bepergian ke arah Timur, karena letak Kala berada di Timur menghadap ke Barat.