Primbon

Pawukon ke-8
Wuku Wariagung
Serial Primbon (23)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Wuku Wariagung mengambil nama dari anak nomor enam Prabu Watugunung dan Dewi Sinta. Namun jika yang dihitung masa kandungan Dewi Sinta, Wariagung lahir dari masa kandungan yang ketiga, saudara kembarnya Raden Warigalit.


Wariagung (kiri) menghadap Batara Maharesi dengan menghadap rumah gedong
dan membelakangi rumah gedong
Burung betet terbang di atas pohon cemara
(karya herjaka HS)

Ciri-ciri wuku Wariagung adalah sebagai berikut :

Hari naas : Minggu Legi,
Hari baik : tidak jelas.

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat nasi wuduk (nasi gurih) dang-dangan lauknya bebek putih dimasak gurih, dan nasi kuluban (gudangan) lima macam sayurannya, beras sapitrah (3,5 kg) disertai doa keselamatan.

Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh berpergian ke arah utara karena letak Kala berada di utara menghadap ke selatan.