Primbon

Pawukon ke-6
Wuku Gumbreg
Serial Primbon (21)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Wuku Gumbreg mengambil nama dari anak nomor empat Prabu Watugunung dan Dewi Sinta.


Gumbreg (kiri) menghadap Batara Candra yang kaki kanannya dicelupkan ke dalam bokor air,
artinya dingin, sejuk, dapat menjadi perlindungan.
Rumah gedong ada di sebelah kiri, artinya tidak semata-mata mementingkan barang-barang duniawi.
Burung ayam alas ada di bawah pohon beringin yang menaunginya.
(karya herjaka HS)

Ciri-ciri wuku Gumbreg adalah sebagai berikut :

Hari naas : tidak jelas.
Hari baik : Rabu Kliwon

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya daging ayam dimasak pindang, nasi kepel 9 macam aneka warna disertai dengan doa keselamatan.

Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh berpergian ke arah Selatan karena letak Kala berada di Selatan menghadap ke Tenggara.