Primbon

Pawukon ke-4
Wuku Kuranthil
Serial Primbon (19)
disusun kembali oleh : Herjaka HS

Wuku Kuranthil mengambil nama dari anak nomor dua prabu Watugunung dengan Dewi Sita.


Kuranthil (kiri) menghadap Batara Langsur yang membawa umbul-umbul.
Bokor air ada di sebelah kirinya.
Rumah gedong di depan dalam keadaan ngglimpang.
Burung Slindhitan hinggap di atas pohon ingas yang menaunginya.
(karya herjaka HS)

Ciri-ciri wuku Kuranthil adalah sebagai berikut :

Datangnya bahaya : karena jatuh
Hari naas : tidak jelas
Hari baik : Sabtu Wage

Untuk mencegah agar terhindar dari celaka jatuh perlu mengupayakan slametan. Caranya adalah membuat tumpeng, dang-dangan beras atau meliwet/memasak beras dengan cara di-dang (dengan kukusan). Banyaknya beras yang di-dang adalah sapitrah atau 3,5 kg. Lauknya adalah daging ayam putih blorok kemanggang, dimasak pecel.

Selain itu, selama 7 hari yang bersangkutan tidak boleh memanjat pohan dan bangunan