|
Primbon
Firasat Watak
Manusia
Serial Primbon (11)
- Dagu besar pantas,
bawah gemuk tebal sampai leher, dahi, mata dan mulutnya lebar
tetapi sembada (proposional), orang tersebut mempunyai pengaruh
besar dan mempunyai kedudukan. Jika di bawah dagu ada daging
tebal yang berlapis-lapis, ia mempunyai kedudukan yang lebih
tinggi. Orang yang dagunya besar tebal dan panjang, pada usia
tua mendapat kebahagiaan. Jika lebih besar dari leher dan
panjang, sehingga dapat dilihat dari belakang, orang tersebut
bisanya tidak punya hati dan serakah. Orang yang berdagu kecil
runcing, banyak menderita kesusahan.
- Mata lebar sembada,
bibir lebar damis (menarik), dapat kaya dan baik hatinya. Di
bawah mata legok (cekung), pinggir mata kanan dan kiri tebal,
ujung hidung turun bengkok, orang tersebut kalau sudah menginjak
setengah umur kesulitan mempunyai keturunan. Orang yang pada
bagian mata, baik yang hitam maupun yang putih kurang bagus,
kurang terang dan kurang bercahaya, dan hidungnya kecil pesek,
miskin sepanjang hidup. Mata berkilat bercahaya, panjang alis
cukupan, bulu alis hitam halus, orang tersebut pandai. Mata
berbentuk panjang, hitam dan putihnya terang bercahaya, orang
tersebut mempunyai kedudukan yang terhormat (pangkat). Mata
suram berair, jika melihat dengan cara melirik, orang tersebut
berperilaku kurang baik. Mata pendul, mlolo (melotot) hidungnya
bengkok seperti Burung Betet berwatak jahil dan senang memfitnah.
Mata bulat melotot seperti mata ikan, dan tidak bercahaya,
pendek umurnya. Mata yang dapat memandang lama, berkedipnya
jarang, pandangannya tajam, roman mukanya terang, orang tersebut
berumur panjang. Pandangan mata tajam dan lurus, keras hatinya,
tetapi jujur, adil rembugnya benar dan terus terang.
- Hidung kecil pesek dan
bengkok, senang membuang uang tanpa guna, berumur pendek. Hidung
pesek bengkok lobangnya mengarah ke atas, banyak mengalami susah,
dan status sosialnya berada dikalangan bawah. Jika ujung hidung
bengkok seperti burung Betet, tidak mempunyai rasa belas kasihan.
Hidung besar lurus dan mancung sembada, pada usia 40 tahun
sampai 50 tahun mempunyai kedudukan yang tinggi. Jika ujung
hidung besar dan rata, orang tersebut baik adanya.
- Muka lebar, hidungnya
kecil sekali, orang tersebut sukar diajak bekerja. Muka lebar,
hidungnya mancung kurang daging, boros, senang membuang uang.
Muka lebar hidung juga besar namun seimbang, banyak mendapatkan
keberuntungan. Muka yang berkulit kasar banyak lubang keringat,
seperti kulit jeruk, orang tersebut sering cekcok dengan
pasangannya. Orang yang bermuka putih dadu, kulitnya sangat
halus senang selingkuh. Pipi kiri dan pipi kanan dipenuhi panu,
orang tersebut tegelan (tidak mempunyai ras belas kasihan) dan
sewenang-wenang. Muka berkulit halus lembut, jarak ke dua alis
sedang tidak terlalu dekat, rambut mengkilap, orang tersebut
pintar suka mencari ilmu.
- Bulu alis berdiri
seperti rumput, orang tersebut suka cekcok. Bulu alis jarang,
ujungnya naik ke atas, jika bicara seperti akan menangis, orang
tersebut hidupnya berada dalam kemiskinan dan kesusahan.
- Telinga bagus, pantas,
tingginya sama dengan letak alis, orang tersebut mempunyai
kewibawaan yang besar dapat menjadi pemimpin negara.
- Tulangnya besar tidak
seimbang dengan badannya, kulit kasar dan keras, biasanya orang
tersebut tidak panjang umur.
- Dahi lebar persegi,
dari batas rambut sampai batas alis rata tanpa kerut-kerutnya,
pipi dan dagu baik, orang tersebut mampu memegang tanggungjawab
besar dalam usia muda.
- Ke dua bibirnya cupet (kurang),
sehingga giginya selalu kelihatan, orang tersebut senang
membicarakan orang lain. Bibir atas cupet bibir bawah ndomble (besar
dan tebal) giginya selalu kelihatan dan kalamenjingnya besar,
orang tersebut tidak kumpul dengan orang tuanya dan mengalami
kesukaran untuk memenuhi kebutuhan hidup.
- Orang yang senang
ketawa atau tersenyum, biasanya wataknya tidak jujur.
- Jika berjalan telapak
kaki belakang sedikit menyentuh tanah, orang tersebut kurang
jujur, rewel, tidak menyenangkan, senang cekcok dan senang
berfoya-foya. Jika berjalan, badan dan kepalanya selalu bergerak,
langkahnya tak beraturan dan juga tengak-tengok, orang tersebut
hatinya tidak jujur. Orang yang jika berjalan selalu menunduk,
sembari tengak-tengok ke kanan, ke kiri dan ke belakang, raut
mukanya mrengut, orang tersebut tidak mempunyai rasa belas
kasihan dan tidak jujur. Orang yang jika berjalan langkahnya
lurus, badannya tidak bergerak-gerak, pandangannya tertuju pada
arah langkah, tidak sekali-kali mau menengok-nengok, orang
tersebut baik dan utama.
Herjaka HS |