Primbon

Firasat Watak Manusia
Serial Primbon (11)

  1. Dagu besar pantas, bawah gemuk tebal sampai leher, dahi, mata dan mulutnya lebar tetapi sembada (proposional), orang tersebut mempunyai pengaruh besar dan mempunyai kedudukan. Jika di bawah dagu ada daging tebal yang berlapis-lapis, ia mempunyai kedudukan yang lebih tinggi. Orang yang dagunya besar tebal dan panjang, pada usia tua mendapat kebahagiaan. Jika lebih besar dari leher dan panjang, sehingga dapat dilihat dari belakang, orang tersebut bisanya tidak punya hati dan serakah. Orang yang berdagu kecil runcing, banyak menderita kesusahan.
  2. Mata lebar sembada, bibir lebar damis (menarik), dapat kaya dan baik hatinya. Di bawah mata legok (cekung), pinggir mata kanan dan kiri tebal, ujung hidung turun bengkok, orang tersebut kalau sudah menginjak setengah umur kesulitan mempunyai keturunan. Orang yang pada bagian mata, baik yang hitam maupun yang putih kurang bagus, kurang terang dan kurang bercahaya, dan hidungnya kecil pesek, miskin sepanjang hidup. Mata berkilat bercahaya, panjang alis cukupan, bulu alis hitam halus, orang tersebut pandai. Mata berbentuk panjang, hitam dan putihnya terang bercahaya, orang tersebut mempunyai kedudukan yang terhormat (pangkat). Mata suram berair, jika melihat dengan cara melirik, orang tersebut berperilaku kurang baik. Mata pendul, mlolo (melotot) hidungnya bengkok seperti Burung Betet berwatak jahil dan senang memfitnah. Mata bulat melotot seperti mata ikan, dan tidak bercahaya, pendek umurnya. Mata yang dapat memandang lama, berkedipnya jarang, pandangannya tajam, roman mukanya terang, orang tersebut berumur panjang. Pandangan mata tajam dan lurus, keras hatinya, tetapi jujur, adil rembugnya benar dan terus terang.
  3. Hidung kecil pesek dan bengkok, senang membuang uang tanpa guna, berumur pendek. Hidung pesek bengkok lobangnya mengarah ke atas, banyak mengalami susah, dan status sosialnya berada dikalangan bawah. Jika ujung hidung bengkok seperti burung Betet, tidak mempunyai rasa belas kasihan. Hidung besar lurus dan mancung sembada, pada usia 40 tahun sampai 50 tahun mempunyai kedudukan yang tinggi. Jika ujung hidung besar dan rata, orang tersebut baik adanya.
  4. Muka lebar, hidungnya kecil sekali, orang tersebut sukar diajak bekerja. Muka lebar, hidungnya mancung kurang daging, boros, senang membuang uang. Muka lebar hidung juga besar namun seimbang, banyak mendapatkan keberuntungan. Muka yang berkulit kasar banyak lubang keringat, seperti kulit jeruk, orang tersebut sering cekcok dengan pasangannya. Orang yang bermuka putih dadu, kulitnya sangat halus senang selingkuh. Pipi kiri dan pipi kanan dipenuhi panu, orang tersebut tegelan (tidak mempunyai ras belas kasihan) dan sewenang-wenang. Muka berkulit halus lembut, jarak ke dua alis sedang tidak terlalu dekat, rambut mengkilap, orang tersebut pintar suka mencari ilmu.
  5. Bulu alis berdiri seperti rumput, orang tersebut suka cekcok. Bulu alis jarang, ujungnya naik ke atas, jika bicara seperti akan menangis, orang tersebut hidupnya berada dalam kemiskinan dan kesusahan.
  6. Telinga bagus, pantas, tingginya sama dengan letak alis, orang tersebut mempunyai kewibawaan yang besar dapat menjadi pemimpin negara.
  7. Tulangnya besar tidak seimbang dengan badannya, kulit kasar dan keras, biasanya orang tersebut tidak panjang umur.
  8. Dahi lebar persegi, dari batas rambut sampai batas alis rata tanpa kerut-kerutnya, pipi dan dagu baik, orang tersebut mampu memegang tanggungjawab besar dalam usia muda.
  9. Ke dua bibirnya cupet (kurang), sehingga giginya selalu kelihatan, orang tersebut senang membicarakan orang lain. Bibir atas cupet bibir bawah ndomble (besar dan tebal) giginya selalu kelihatan dan kalamenjingnya besar, orang tersebut tidak kumpul dengan orang tuanya dan mengalami kesukaran untuk memenuhi kebutuhan hidup.
  10. Orang yang senang ketawa atau tersenyum, biasanya wataknya tidak jujur.
  11. Jika berjalan telapak kaki belakang sedikit menyentuh tanah, orang tersebut kurang jujur, rewel, tidak menyenangkan, senang cekcok dan senang berfoya-foya. Jika berjalan, badan dan kepalanya selalu bergerak, langkahnya tak beraturan dan juga tengak-tengok, orang tersebut hatinya tidak jujur. Orang yang jika berjalan selalu menunduk, sembari tengak-tengok ke kanan, ke kiri dan ke belakang, raut mukanya mrengut, orang tersebut tidak mempunyai rasa belas kasihan dan tidak jujur. Orang yang jika berjalan langkahnya lurus, badannya tidak bergerak-gerak, pandangannya tertuju pada arah langkah, tidak sekali-kali mau menengok-nengok, orang tersebut baik dan utama.

Herjaka HS