Jaringan Museum

MUSEUM NEGERI SUMATERA UTARA

Kita kembali ke propinsi di sebelah barat Propinsi Nangroe Aceh Darussalam yakni Propinsi Sumatera Utara. Propinsi yang terkenal dengan Danau Toba-nya ini memiliki beberapa obyek wisata terkenal selain museum, yakni obyek wisata Brastagi, Prapat, Istana Sultan Deli, dan Masjid Agung.

Dalam hal jumlah museum, propinsi ini jika dibandingkan dengan Propinsi NAD, maka propinsi ini lebih banyak memiliki museum, karena ada sekitar 14 museum yang berada di wilayah Sumatera Utara, sementara di NAD hanya ada sekitar 5 museum. Di antara ke-14 museum tersebut, satu di antaranya adalah museum negeri yang dikelola oleh pemerintah propinsi, yakni Museum Negeri Sumatera Utara. Posisi museum ini berada di pusat ibukota propinsi yakni di kota Medan, tepatnya di jalan H.M. Joni 51 Medan, telpon (061) 716792, 722220.

Museum Negeri Sumatera Utara boleh dikatakan berusia muda jika dibandingkan dengan Museum Negeri Aceh. Pada tahun 1976 tepatnya tanggal 14 Februari yang masuk PELITA II, museum baru saja didirikan. Enam tahun lamanya pembangunan baru selesai. Diresmikan sekaligus difungsikan sebagai museum pada tanggal 19 April 1982 yang masuk PELITA III.

Bentuk arsitektur museum satu ini adalah meniru rumah tradisional Batak yang dipadukan dengan unsur arsitektur baru. Ada beberapa gedung yang dimiliki oleh Museum Negeri Sumatera Utara dengan total luas bangunan mencapai 2.405 m2 di atas tanah seluas 14.525 m2. Gedung-gedung itu terdiri dari beberapa ruangan, yakni ruang pameran tetap, pameran temporer, auditorium, perpustakaan, administrasi, gudang, ruang edukasi, laboratorium, ruang preparasi, dan ruang souvenir.

Koleksi yang dimiliki museum pemerintah propinsi ini termasuk cukup banyak, karena ada sekitar 11.390 buah koleksi yang terdiri dari koleksi etnografika (2.986), numismatika & heraldika (3.344), arkeologika (315), historika (3.308), keramik (357), buku perpustakaan (256), geologika (234), biologika (140), filologi (260), senirupa (56) dan koleksi lain-lain (134).

Koleksi yang termasuk unggulan adalah Osa-osa. Koleksi ini berupa alat untuk menandu raja di suku Nias. Berukuran panjang 1-1,5 meter, terbuat dari batu atau kayu. Alat ini mampu memuat 1-2 orang. Bentuknya menggambarkan Lahotogoasa (dewa pesta suku Nias). Koleksi unggulan lainnya adalah koleksi Pustaha Laklak yang terbuat dari kulit kayu yang dilipat-lipat seperti buku. Lipatannya bisa 22, 44, 56, dan seterusnya. Ditulis dengan aksara Batak berisi mantera-mantera, ramuan obat, perbintangan, upacara perkawinan, dan sebagainya.

Ada banyak kegiatan yang dilakukan oleh pengelola Museum Negeri Sumatera Utara dalam rangka memberikan apresiasi permuseuman kepada masyarakat. Misalnya penataran untuk kalangan pengelola intern. Maksudnya agar para pengelola lebih terampil dan menguasai materi ketika melayani pengunjung. Sementara kegiatan yang dilakukan melibatkan masyarakat antara lain: pameran keliling, penelitian, dan penerbitan. Pameran keliling selama 25 tahun berawal dari tahun 1974-1999 dilakukan sebanyak 16 kali. Sementara penelitian pada tempo yang sama dilakukan sebanyak 20 kali.. Untuk penerbitan dilakukan sebanyak 46 kali.

Semenjak dibuka untuk umum pada tahun 1974 sampai dengan tahun 1999 banyak dikunjungi oleh para pengunjung domestik dan asing. Rata-rata kunjungan setiap tahun tidak kurang dari 61.943 orang. Sampai sekarang terus banyak dikunjungi pengunjung. Bila ada pengunjung yang ingin bertandang ke museum ini, paling tidak harus mengetahui jadwal buka. Museum buka hari Selasa-Minggu. Khusus hari Senin tutup. Hari Selasa-Minggu, buka pukul 09.00-14.30 WIB, kecuali hari Jumat, buka pukul 09.00-11.30 WIB. Tiket masuk pun relatif murah, apalagi jika rombongan. Untuk perorangan, biaya masuk orang dewasa Rp 750,00 dan anak-anak Rp 250,00. Jika rombongan, biaya masuk orang dewasa Rp 250,00 dan anak-anak Rp 100,00.

Berkunjung ke kota Medan belum mengunjungi Museum Negeri Propinsi ini rasanya kurang lengkap, karena dari tempat ini pengunjung dapat mengenali semua tradisi budaya setempat yang berada di wilayah Sumatera Utara. Selamat berkunjung!


Naskah oleh Suwandi Suryakusuma

(Sumber: Buku Koleksi Pilihan Museum-Museum Negeri Propinsi terbitan Proyek Pembinaan Permuseuman Jakarta tahun 1989/1990 penyunting Bambang Sumadio; dan Buku Perkembangan Permuseuman di Indonesia dari Pelita I-VI tahun 1999 penyusun Luthfi Asiarto dkk).