Jaringan Museum

REKAMAN TRAGEDI PEMBERONTAKAN G-30-S PKI
DI MUSEUM TNI AD "DHARMA WIRATAMA"
(2)

Sembilan pembesar TNI AD, tujuh di Jakarta dan dua di Yogyakarta telah menjadi korban keganasan PKI dalam tragedi G-30 S PKI. Kudeta yang dipelopori PKI bisa digagalkan sehingga Negara Indonesia tetap bisa berdiri tegak berdasarkan Pancasila. Para pemberontak PKI yang berada di berbagai daerah segera dikejar dan ditangkap. Daerah-daerah yang menjadi target penangkapan kelompok pemberontak di antaranya adalah Klaten Jawa Tengah, Serawak, Kalimantan Utara, dan Jawa Timur.

Jika para pengunjung melihat koleksi di Museum TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta di Ruang 20 (Ruang Penumpasan Pemberontak PKI) maka akan melihat berbagai koleksi yang pernah digunakan oleh pemberontak PKI di berbagai daerah yang disebutkan di atas maupun koleksi-koleksi dari pihak TNI AD yang digunakan untuk menumpas pemberontakan itu. Di daerah Klaten, Jawa Tengah, --sayang tidak disebutkan secara mendetail daerahnya--, TNI AD dapat menumpas para pemberontak PKI yang menamakan diri Pemuda Rakyat Klaten dan menyita sejumlah benda yang dipakai oleh para pemberontak itu seperti pedang, keris, sepeda ontel, dan bendera. Pedang dan keris adalah sebagian senjata yang dipakai para gerombolan untuk memberontak. Sementara sepeda ontel yang pernah dipakai oleh mereka untuk transportasi juga disita oleh TNI.

Daerah Jawa Timur termasuk salah satu daerah di pulau Jawa yang menjadi target pembersihan sisa-sisa pemberontak PKI. Apalagi Madiun di tahun 1948 juga pernah melakukan pemberontakan. Banyak senjata dan peralatan yang disita TNI AD dari para gerombolan PKI antara lain: senapan laras panjang, keris, senter, dan kompas. Sementara beberapa buku beraliran komunis dan bendera disita TNI AD dari para pemberontak yang menamakan diri Pasukan Gerilya Rakyat Serawak dan Pasukan Gerilya Kalimantan Utara yang berada di daerah Kalimantan.

Penumpasan kepada para pemberontak PKI berlangsung berbulan-bulan. Banyak daerah yang menjadi sasaran pembersihan. Segala personil dan peralatan yang dimiliki TNI AD dikerahkan ke berbagai lokasi sarang pemberontak. Peralatan yang digunakan baik peralatan berat maupun ringan. Peralatan berat misalnya Tank Stuart MK I buatan Amerika berkaliber 37 mm. Tank ini pernah digunakan dalam operasi penumpasan pemberontakan DI/TII tahun 1950 dan PKI tahun 1965 di Jawa Tengah. Koleksi Tank ini diletakkan di samping kanan pintu masuk Museum TNI AD Dharma Wiratama Yogyakarta. Ketika pengunjung hendak masuk museum ini, di sisi timur atau kanan ketika menoleh akan terpajang koleksi Tank ini.

Sementara koleksi peralatan berat lain dipajang di Ruang 20 bersama dengan koleksi-koleksi perampasan dari para pemberontak PKI. Peralatan lain yang digunakan TNI AD di Ruang 20 antara lain: Senjata Mitrailleuse Automatique Hotchkiss buatan USA tahun 1941; Penyembur api buatan Rusia, senjata Mortir 81 Model M 1 buatan USA; dan senjata Browning Machine Gun 50 buatan USA. Di ruangan ini pula para pengunjung bisa melihat-lihat koleksi Mobil Holden Spesial yang pernah dipakai oleh Mayjen TNI Soeharto (Mantan Presiden RI ke-2) dalam operasi pembebasan Irian Barat tahun 1962.

Suasana ruangan di museum yang tenang memungkinkan para pengunjung untuk bisa menikmati dengan santai dan leluasa segala koleksi yang dipamerkan di tempat ini. Berbagai koleksi lain seperti foto, peta, tas, radio, dipan dan lainnya melengkapi koleksi di Ruang 20.

Teks dan Foto : Suwandi Suryakusuma
(Sumber: Buku Panduan Museum Pusat TNI AD Dharma Wiratama, 1997/1998 dan kunjungan langsung ke museum yang bersangkutan).