Jaringan Museum

KOLEKSI PESAWAT MUSEUM TNI AU:
Daya Tarik Wisata Museum Terhadap Anak TK

Anak seusia empat sampai enam tahun atau ketika mereka masuk Taman Kanak-Kanak pasti mempunyai daya imajinasi yang tinggi jika dibanding dengan anak-anak SD atau SMP. Daya nalar mereka belum tinggi dan masih dipenuhi dengan angan-angan yang fantastis. Pantas saja jika di sekolah-sekolah TK dipenuhi dengan alat permainan yang beraneka ragam bentuk dan warna. Sebab tujuan pertama mereka belajar adalah mengenal lingkungan sambil bermain-main. Mereka akan lebih senang mengenal lingkungan dan bermain-main dengan benda asli atau tiruan. Berarti akan membawa mereka mencapai fantasi yang diinginkan, seperti menyetir mobil, naik pesawat terbang, melihat rudal, nak kuda, dan sebagainya.

Museum TNI AU Dirgantara Mandala yang berlokasi di kompleks Bandara Udara Adisucipto Yogyakarta memiliki banyak koleksi pesawat perang berbagai jenis dan tipe produksi tempo dulu. Pesawat-pesawat itu sekarang sudah tidak dipakai lagi untuk operasional dan menjadi pajangan di museum. Entah sejak mulai kapan, ternyata koleksi-koleksi pesawat ini sangat menarik perhatian bagi masyarakat umum, khususnya anak-anak TK di seluruh nusantara. Namun, yang jelas, sejak museum ini dapat dikunjungi oleh umum, tentunya daya tarik anak-anak TK sangat tinggi untuk melihatnya. Bahkan hampir setiap minggu kunjungan dari anak-anak TK dari berbagai wilayah di nusantara selalu mengunjungi museum ini. Bukankah daya imajinasi mereka tinggi?

Ibaratnya bertepuk kedua tangan, saling menguntungkan kedua belah pihak antara pihak museum dan masyarakat umum. Masyarakat umum dapat melakukan rekreasi sesuai dengan keinginannya, sedangkan pihak museum senang, karena koleksinya bermanfaat bagi masyarakat dan tentu juga mendapat kontribusi masuk museum. Pesawat jenis apa saja yang dimiliki oleh Museum TNI AU Dirgantara Mandala sehingga anak-anak TK khususnya sangat tertarik untuk melihatnya?

Koleksi pesawat di Museum TNI AU Dirgantara Mandala sekitar 30-an buah yang ditempatkan di dalam maupun di luar museum. Koleksi-koleksi pesawat tersebut ada yang buatan dalam negeri maupun luar negeri seperti dari Amerika Serikat, Jepang, Polandia, Inggris, Australia, dan Uni Sovyet. Pesawat-pesawat yang dipajang di luar, berada di depan museum antara lain:

  1. Pesawat Pembom/Patroli/Penolong/Penumpang PBY-5A (Catalina) buatan Amerika Serikat. Pesawat diproduksi oleh pabrik Douglas, panjang pesawat 64 ft, panjang sayap 104 ft dengan kecematan maksimun 36.000 lb. Maksimun penumpang 7 orang dan tinggi terbang 5.500 m.
  2. Pesawat Pembom Tupolev TU-16 B/KS buatan Uni Sovyet. Pesawat diproduksi oleh pabrik Tupolev USSR, panjang pesawat 36,5 m, panjang sayap 33,5 m, dengan kecematan jelajah 510 knot/945 km perjam. Maksimun penumpang 7 orang dan tinggi pesawat 10,8 m.
  3. Pesawat Angkut Sedang UF 1 Albatros IR-0117 buatan Amerikat Serikat. Pesawat digunakan untuk SAR, Amphibi dan dibuat oleh Pabrik Grumman Aircraft, USA. Panjang pesawat 19,12 m, panjang sayap 29,42 m dengan kecematan jelajah 205 knot/379 km perjam. Maksimun penumpang 7 orang dan tinggi pesawat 7,78 ft.

Sementara koleksi jenis pesawat yang ada di dalam ruangan Alutsista antara lain:

  1. Pesawat jenis Pemburu Taktis Mitsubishi A6M5 Zero Sen buatan Jepang tahun 1938, panjang badan 9,06 m.
  2. Pesawat jenis Pemburu Taktis P-51 Mustang buatan AS, panjang badan 9,81 m.
  3. Pesawat jenis Glider Kampret buatan Indonesia, panjang badan 5,45 m dan tinggi 1,31 m, kecepatan jelajah 60 km/jam.
  4. Pesawat jenis Latih Dasar Pengintai L-4J Piper Cub buatan AS, panjang pesawat 6,82 m, kecepatan terbang 140 km/jam.
  5. Pesawat jenis Latih Dasar BT-13 Valiant buatan tahun 1940 oleh pabrik Valter Aircraft Inc., panjang pesawat 8,87 m, kecepatan maksimum 293 km/jam.
  6. Pesawat Latih Dasar AT-16 Harvard dari negara AS, panjang pesawat 8,8 m, kecepatan jelajah 272 km/jam.
  7. Replika Pesawat Terbang RI-X buatan Indonesia, jenis pesawat O-R buatan tahun 1948, ukuran panjang badan 5,05 m.
  8. Pesawat Latih TS-8 Bies buatan Polandia, kecepatan jelajah 270 km/jam, kapasitas 2 awak pesawat.
  9. Pesawat jenis Pembom ringan asal AS, panjang pesawat 16,14 m, kecepatan jelajah 370 km/jam, kapasitas 6 awak.
  10. Pesawat angkutan ringan buatan AS, panjang pesawat 19,5 m, kecepatan maksimum 256 km/jam, daya tampung 5 awak pesawat dan 27 penumpang.
  11. Pesawat Hiller 360 Utility Helikopter asal AS, panjang pesawat 8,08 m, kecepatan jelajah 121,6 km/jam, kapasitas 3 orang.
  12. Pesawat Hovercraft XHV-02 panjang 4 m, tinggi 1,55 m, kecepatan jelajah 121,6 km/jam, kapasitas 3 orang.
  13. Pesawat Pembom Ringan B-26 Invander buatan AS, panjang pesawat 17,1 m, tinggi terbang 6.060 m, kecepatan jelajah 348 km/jam, kapasitas 7 awak.
  14. Pesawat Latih Jet DH-115 Vampire panjang pesawat 10,5 m, kecepatan maksimum 885 km/jam.
  15. Pesawat Helikopter UH-34 Sikorsky, panjang badan 14,10 m, kapasitas 4 awak.
  16. Radar Darat Nysa tahun pembuatan 1960. Ada tiga buah, berfungsi untuk pengamatan dini, pengamatan ketinggian, dan layar penampilan jarak dan ketinggian.
  17. Pesawat Latih Mula Stearman, buatan AS tahun 1944 oleh pabrik Boeing kecepatan 100 mil/jam, kapasitas 2 orang.
  18. Pesawat Latih Tempur UTI MIG-15 asal Uni Sovyet, panjang pesawat 36 ft 4 inc, kecepatan jelajah 668 mph, tinggi terbang 12.200 m, kapasitas 2 awak pesawat.
  19. Pesawat jenis Tempur MIG-17 asal Uni Sovyet, panjang pesawat 11,09 m, kecepatan maksimum 1.140 km/jam, kapasitas 1 awak.
  20. Pesawat jenis Tempur MIG-19 asal Uni Sovyet, panjang pesawat 14,64 m, kecepatan maksimum 1.452 km/jam, kapasitas 1 awak.
  21. Pesawat jenis Tempur Sergap MIG-21 buatan Uni Sovyet, panjang pesawat 14,65, kecepatan jelajah 2.000/jam, tinggi terbang 19.000 m, kapasitas 1 awak.
  22. Pesawat Helikopter Serbaguna MI-4 asal Uni Sovyet, panjang pesawat 18,40 m, kecepatan jalajah 175 km/jam, tinggi terbang 5.500 m, kapasitas 3 awak, 10 penumpang.
  23. Peluru Kendali Udara ke Darat Rudal KS asal Uni Sovyet, jarak tembak 70-110 km, tinggi tembak 15.000 m dari permukaan laut, bahan bakar avtur, daerah kerusakan 3 s.d. 8 km.
  24. Pesawat jenis Latih Lanjut L-24 Dolphine asal Cekoslowakia, panjang pesawat 10,8 m, kecepatan jelajah 590 km/jam, kapasitas 2 awak.
  25. Pesawat jenis Buru Sergap F-28 Avon Sabre asal Australia, panjang pesawat 11,45 m, kecepatan maksimum 700 mph (1.125 km/jam), tinggi terbang 45.000 ft (19.725 km/jam), kapasitas 1 awak.
  26. Peluru Kendali SA-75 tipe Darat ke Udara asal Uni Sovyet, jarak tembak 36 km, ketinggian 27 km, kecepatan 1.110 km/jam, panjang 10,841 m, daya hancur radius 60 m.
  27. Pesawat Latih Lanjut Buru Sergap T-33A-10T Bird asal AS, panjang pesawat 11,45 m, kecepatan maksimum 960 km/jam, kapasitas 2 awak.
  28. Pesawat Buru Sergap LA-11 Lavochikin asal Uni Sovyet, panjang pesawat 8,70 m, kecepatan 660 km/jam, jarak tembak 2.550 km, kapasitas 1 awak.
  29. Pesawat Gelatik asal Indonesia, panjang badan 8,25 mph, kecepatan maksimum 124 mph, kapasitas 2 awak.
  30. Pesawat Latih Dasar asal Indonesia, panjang pesawat 5 m, kecepatan jelajah 219 km/jam, lama terbang 5,6 jam, kapasitas 2 awak.
  31. Pesawat Pengintai Darat Auster Mark II asal Inggris, panjang badan 7,1 m, kecepatan maksimum 202 km/jam, kapasitas 1 orang.
  32. Pesawat C-140 Jet Star Pancasila buatan pabrik Lockheed Aircraft Corp, tinggi pesawat 7,54 m, kapasitas penumpang VIP 8 orang, biasa 10 orang, awak pesawat 5 orang.
  33. Caisson test, alat test calon penerbang.
  34. Pseawat Pemburu Nakajima Ki 43 II Hayabusha (OSHAR) buatan Jepang tahun 1940, jarak jelajah 1.760 km, kapasitas 1 awak.
  35. Pesawat Pembom Tukik Guntai buatan Jepang tahun 1930, panjang pesawat 8,90 m, kecepatan 400 k m/jam, kapasitas 2 awak.
  36. Replika Dakota VT-CLA, untuk mengenang pengorbanan para Perintis TNI AU.

Selain itu, Museum TNI AU Dirgantara Mandala juga mempunyai jenis koleksi lainnya yang jumlahnya ratusan. Tentu saja akan diuraikan pada kesempatan lain.

Naskah dan foto: Suwandi Suryakusuma